INILAH.COM, Bandung - Masa pendaftaran calon Gubernur Jawa Barat tinggal dua pekan lagi. Sudah banyak nama beken beredar. Ada yang definitif, ada yang sekadar meramaikan bursa pencalonan. Satu hal yang pasti, Jawa Barat punya cukup stok pemimpin, tanpa harus mendatangkan dari luar.
Sisa waktu dua minggu masih membuka peluang bagi munculnya nama-nama baru untuk masuk ke dalam daftar calon di KPU Jabar. Pendaftaran dibuka hingga 4 November 2012.
Partai Keadilan Sejahtera sudah memastikan sang incumbent Gubernur Ahmad Heryawan untuk maju lagi ke periode 2013-2018. Yang masih digarap PKS hanyalah mencari pasangan yang pas posisi wagub. PKS harus mencari cawagub yang disokong partai lain karena jumlah kursinya di DPRD tidak memungkinkan untuk maju sendirian.
Wakil Kang Aher periode 2008-2013, Dede Macan Yusuf, sudah memastikan diri menjadi calon gubernur dari partai terbesar di Jawa Barat, Demokrat. Yang belum pasti hanyalah soal calon wakil. Partai Demokrat rupanya masih mencari-cari mitra koalisi yang bersedia menyuplai calon wagub karena agak galau di tengah melorotnya popularitas partai akibat terjangan gelombang skandal korupsi.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, pemegang kursi terbanyak kedua di DPRD, masih akan menunggu hingga detik-detik terakhir sebelum pendaftaran ditutup. Namun, dari sederet nama yang sedang dielus-elus, sosok terkuat yang bisa diajukan ke KPU adalah anggota Komisi IX DPR Rieke Diah Pitaloka atau aktivis cadu basilat (antikorupsi) Teten Masduki. Atau gabungan keduanya sebagai cagub dan cawagub.
Namun, Teten juga dipinang Partai Gerindra. Masalahnya, Gerindra, yang hanya punya delapan kursi DPRD, membutuhkan dukungan partai lain untuk bisa mengajukan calon.
Sebelumnya, nama Wakapolri Komjen Nanan Sukarna cukup santer disebut-sebut bakal dipinang PDIP. Tapi, sudahlah. Di tengah terpuruknya citra Polri dalam perseteruannya dengan KPK, Megawati Soekarnoputri mestinya sudah menghitung-hitung dengan seksama untung-rugi menyodorkan nama Nanan ke PKU. Insiden di Universitas Pamulang, Tangerang, pada 18 Oktober 2012, yang segera dikutuk Forum Mahasiswa Jawa Barat, memperlihatkan kuatnya penolakan terhadap sosok seorang polisi.
Partai Golkar telah memastikan nama mantan Bupati Indramayu Irianto 'Yance' MS Syafiuddin untuk calon Jabar I. Namun, meski bisa jalan sendiri, Golkar masih mencari calon wagub dari partai lain.
Untuk sebuah provinsi dengan 38 juta pemegang hak memilih dan dipilih, pasti gampang mencari figur pemimpin. Toh, kriteria kepemimpinan dalam budaya Sunda sudah jelas: nyantri, nyakola, nyunda, caguer, bageur, bener, pinter, ngumawula ka wayahna, teu ningkah, teu adigung kamagungan, sagolek pangkek, sacangreud pageuh, ngadek sacekna nilas saplasna, cadu basilat, dan teu dengdek topi.
Kalau yang dipilih sesuai dengan kriteria tersebut, Tuhan pasti tersenyum.[ang]
*Tulisan Fokus Inilah Koran, Sabtu (20/10/2012)
Anda sedang membaca artikel tentang
Antara Pilgub Jabar dan Partai Politik Galau
Dengan url
https://pemerintahupdate.blogspot.com/2012/10/antara-pilgub-jabar-dan-partai-politik.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Antara Pilgub Jabar dan Partai Politik Galau
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Antara Pilgub Jabar dan Partai Politik Galau
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar