Jokowi Gubernur Sebagian Warga Jabar

Written By Unknown on Selasa, 16 Oktober 2012 | 11.02

INILAH.COM, Bandung - Siapakan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama? Sejatinya, bukan hanya pasangan Gubernur DKI Jakarta. Mereka adalah juga gubernur bagi sebagian Urang Sunda. Karena itu, jika Jokowi memberi harapan bagi banyak warga Ibu Kota, mestinya dia juga juga bisa memelihara harapan Urang Sunda.

Jokowi-Ahok yang kemarin dilantik Mendagri Gamawan Fauzi atas nama Presiden RI, adalah gubernur bagi sekitar 1,5 juta Urang Sunda yang ada di Jakarta. Seperti diketahui, dari total hampir 10 juta penduduk Jakarta, 15% di antaranya adalah beretnis Sunda.

Cukup? Angka itu masih membengkak pada siang hari. Setiap hari, diperkirakan 1,5 juta penduduk Jabar bermigrasi ke Jakarta. Mereka adalah warga yang mencari kehidupan di Jakarta dan kemudian memilih tinggal di wilayah Jabar pada malam harinya. Mereka tinggal di wilayah-wilayah seperti Bekasi, Depok, Bogor, bahkan Karawang.

Tingginya migrasi warga Jabar ke Jakarta terlihat pula pada tingkat kemacetan jalur Tol Cikampek menuju Ibu Kota sejak pagi sekali bahkan hingga matahari di ubun-ubun. Rata-rata, penyebab kemacetan itu adalah warga Jabar yang hendak ke Jakarta.

Jadi, jelaslah, apa pun yang dilakukan Jokowi-Ahok di Jakarta akan selalu bersentuhan dengan Jabar. Tidak hanya karena banyak orang Jabar di Jakarta, melainkan juga fungsi Jabar sebagai daerah penyangga Ibu Kota.

Bagaimana tidak, Bogor hujan sedikit saja, Jakarta sudah ketar-ketir. Untuk membuang sebagian sampahnya, Jakarta membutuhkan sebagian wilayah di Jabar. Barang-barang konsumsi warga Jakarta, sebagian berasal dari Jabar. Artinya, pada beberapa hal, ketergantungan Jakarta terhadap Jabar sedemikian tingginya.

Keberadaan Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Cianjur (Jabodetabekjur) adalah salah satu bentuk saling ketergantungan itu. Badan yang kini dipimpin Gubernur Jabar Ahmad Heryawan itu, adalah jalan untuk melakukan koordinasi antarwilayah administrasi yang selaras, serasi, dan seimbang, sehingga perencanaan, pengelolaan, dan pengembangan antarwilayah dapat bersinergi.

Banyak sebenarnya yang sudah dilakukan badan berusia enam tahun ini. Jika selama ini fokusnya adalah pada pembangunan tata ruang, berikutnya akan konsentrasi pula pada bidang transportasi, penanganan banjir, dan urbanisasi. Dananya berasal dari APBN, APBD Jakarta, Jabar, Banten, dan kabupaten-kota terkait.

Kelahiran BKSP Jabodetabekjur sebenarnya cukup memberi harapan. Dalam tiga tahun terakhir, sedikitnya 12 wilayah mengalami pertumbuhan 4-6,03% pada 2010. Sinergitas yang kuat membuat indeks pembangunan manusia (IPM) di 12 wilayah itu naik menjadi 69,14-77,60. Sekadar gambaran, IPM rata-rata nasional tahun 2010 adalah 72,27.

Dalam konteks itulah, kita bisa meraba harapan Gubernur Heryawan terhadap Jokowi-Ahok dalam pelantikan Gubernur DKI kemarin. Bahwa kehadiran Jokowi-Ahok bisa melahirkan ide-ide cemerlang untuk sinergitas pembangunan kawasan Jabodetabekjur.

Ya, sebab Jokowi-Ahok secara administratif memang hanya Gubernur DKI Jakarta. Tapi, faktualnya, dia juga gubernur bagi sebagian Urang Sunda dan Jawa Barat.[ang]

*Tulisan Fokus Inilah Koran, Selasa (16/10/2012)


Anda sedang membaca artikel tentang

Jokowi Gubernur Sebagian Warga Jabar

Dengan url

https://pemerintahupdate.blogspot.com/2012/10/jokowi-gubernur-sebagian-warga-jabar.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Jokowi Gubernur Sebagian Warga Jabar

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Jokowi Gubernur Sebagian Warga Jabar

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger