Mencari Pemimpin yang Amanah

Written By Unknown on Rabu, 31 Oktober 2012 | 11.02

INILAH.COM, Bandung - Nanan Sukarna bersikap. Wakil Kepala Polri ini akhirnya memilih tetap mengabdi di institusi kepolisian dibanding bertarung di ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar yang akan digelar Februari 2013 mendatang.

Keputusan ini diambil hanya beberapa hari menjelang pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur yang akan dibuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, awal November nanti.

Alasannya, sederhana. Nanan ingin menyelesaikan tugasnya terlebih dulu di Kepolisian yang telah membesarnya. Terlebih saat ini, tugas berat masih menanti Nanan sebagai orang nomor dua di kepolisian. Seabrek tugas negara harus ditunainya. Terorisme misalnya, atau penyelesaian konflik horisontal, atau perselisihan Polri dengan KPK yang harus juga diperhatikan.

Atau ada alasan lain? Bisa jadi alumnus Akademi Kepolisian tahun 1978 ini mundur dari pencalonan Pilgub Jabar karena gara-gara restu dari PDIP, dalam hal ini ketuanya, Megawati Soekarnoputeri, tidak kunjung turun?

Terlepas dari alasannya, sikap sang Jenderal Polisi bintang tiga ini, bisa menjadi contoh baik bagi para politisi kita. Masa jabatan di Polri yang hanya tersisa beberapa bulan lagi, tidak membuat Nanan gelap mata untuk mencari cadangan jabatan sehingga tidak perlu menganggur bila pensiun nanti.

Sikap Nanan ini berseberangan dengan langkah sejumlah politisi saat ini. Tak sedikit yang buru-buru mencari jabatan baru, salah satunya melalui pesta demokrasi pemilihan kepala daerah, di saat masa jabatannya saat ini akan segera berakhir. Toh, mereka tidak akan rugi apa-apa ketika dinyatakan kalah. Namun mendapatkan posisi baru yang lebih baik, sebelum tugasnya sebelumnya berakhir.

Pilkada DKI Jakarta, salah satu contohnya, ketika dua kepala daerah ikut berkompetisi, yakni Joko Wali Kota Solo Widodo dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Yang satu berhasil, dan yang lainnya gagal. Tapi keduanya tetap menang, dalam arti tetap menjadi pejabat publik.

Satu yang pasti, jabatan -dari mulai ketua RT hingga presiden- hakikatnya adalah amanah, sebuah kepercayaan yang telah diberikan oleh rakyat atau negara. Ketiga sebuah amanah dibebankan kepada dirinya, harusnya diselesaikan dengan tuntas. Menanggalkan amanah di tengah jalan, sungguh bukan pilihan terpuji, dan tentunya mencederai sang pemberi amanah. Apalagi alasannya semata-mata hanya untuk mengejar jabatan atau kedudukan yang lebih tinggi.

Kita membutuhkan seorang pemimpin yang amanah, yang menjalankan kepercayaan rakyatnya dengan sebaik-baiknya. Bukan pemimpin yang hanya mencari jabatan atau kedudukan. (*)


Anda sedang membaca artikel tentang

Mencari Pemimpin yang Amanah

Dengan url

https://pemerintahupdate.blogspot.com/2012/10/mencari-pemimpin-yang-amanah.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Mencari Pemimpin yang Amanah

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Mencari Pemimpin yang Amanah

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger