INILAH, Bandung - Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan menerima Komunitas Perempuan Dahlia (KPD) di kantor P2TP2A Jabar, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, belum lama ini.
Dalam pertemuan itu terungkap beberapa hal yang menjadi perhatian KPD, seperti tingginya angka kejahatan human trafficking di Jawa Barat sehingga menempati posisi pertama tingkat nasional.
Netty menjelaskan, pasca berlakukanya UU Otonomi Daerah, ada pembagian kekuasaan, desentralisasi dan otonomi daerah, yang menjadi dasar untuk pemerintah daerah melakukan kebijakan. Untuk kasus trafficking yang paling bertanggung jawab adalah keluarga.
"Untuk penanganan kasus human trafficking, kami terbuka bagi siapapun yang ingin melakukan kerjasama dengan syarat harus dibangun santun dan konstruktif. Akhirnya menghasilkan simbiosis mutualisme dengan kerangka visi Jabar," kata Netty dalam rilis yang diterima INILAH, Rabu (10/10/2012).
Dia menekankan harus adanya keberlanjutan dan ada upaya yang total. "Kerjasama harus membuat kita membuka diri. Untuk itu ada hal-hal yang akan diupayakan berupa forum mediasi dengan berbagai pihak dan mengidentifikasi peran KPD sehingga masing-masing bisa mengambil peran," jelasnya.
Sementara itu, Mulyana dari KPD menyampaikan harapan agar P2TP2A Jabar melakukan gerakan secara terstruktur dan bersinergi dengan pihak-pihak yang ada di daerah.
"Kami berharap ada upaya untuk melakukan perbaikan pola pikir dan pemahaman dari instansi-instansi pemerintah dan penegak hukum," paparnya. [ito]
Anda sedang membaca artikel tentang
Keluarga Paling Berperan Mencegah Trafficking
Dengan url
https://pemerintahupdate.blogspot.com/2012/10/keluarga-paling-berperan-mencegah.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Keluarga Paling Berperan Mencegah Trafficking
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Keluarga Paling Berperan Mencegah Trafficking
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar