Kemiskinan, Masih Isu Sentral di Garut

Written By Unknown on Minggu, 21 Oktober 2012 | 11.02

INILAH.COM, Garut - Persoalan kemiskinan hingga kini masih menjadi isu sentral di Kabupaten Garut. Daerah yang sempat mendapatkan julukan Swiss van Java ini bahkan masih belum terlepas dari statusnya sebagai daerah tertinggal di Jawa Barat.

Hal itu dikemukakan Asistem Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Sujana Syafe'i, saat memberikan sambutan pada Pembukaan Konferensi Cabang Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) Kabupaten Garut di SMA Yayasan Tarbiyatul Islamiah Cokroaminoto Kecamatan Karang Tengah di Kampung Negla Desa Caringin Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Garut, Sabtu (20/10/2012).

"Garut dengan status daerah tertinggal merupakan tantangan bagi kita semua. Di tengah anggaran yang masih sangat terbatas, terlebih yang terkumpul dalam PAD (Pendapatan Asli Daerah)," kata Sujana.

Menurut Sujana, APBD Kabupaten Garut 2012 setelah mengalami perubahan hanya sebesar Rp2,2 triliun. Dari anggaran sebesar itu, yang terkumpul di PAD baru sebesar Rp145 miliar.

"Jadi APBD Garut yang terkonsentrasi di PAD itu hanya sebesar 6,7%," tambahnya.

Salah satu bukti Garut daerah tertinggal ditunjukkan dengan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Garut yang masih di bawah rata-rata IPM Jawa Barat, terutama indeks kesehatan. "Angka kematian ibu melahirkan dan angka bayi baru lahir masih cukup tinggi. Kemiskinan masih menjadi isu sentral," katanya.

Sujana pun mengajak para pemuda muslimin peserta Konfercab PMI Kabupaten Garut merekonstruksi penegakkan nilai-nilai ajaran Islam diselaraskan dengan kondisi kekinian masyarakat Garut. Bukan hanya merekonstruksi penegakan nilai-nilai Islami dalam arti ubudiyah (peribadatan), melainkan luas lagi dengan menyentuh aspek kemanusiaan. Hal itu guna mendorong dan menciptakan derajat kehidupan lebih baik.

Ketua Panitia Konfercab PMI Kabupaten Garut, Angga Kusumah Wijaya, mengatakan, kegiatan mengusung tema "Revitalisasi Peran Pemuda Muslimin dalam Menegakkan Islam Menuju Kemerdekaan Sejati" itu direncanakan berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (10-11/10).

Kegiatan diikuti unsur pengurus dari 32 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Muslimin Indonesia se-Kabupaten Garut. "Yang hadir baru 32 orang dari 19 PAC, dan 15 orang dari 19 PAC. Yang lainnya menyusul. Sebab tadi dari Cibalong ada yang ngontak, mengira tempat Konfercab di Caringin Garut Selatan, padahal di Desa Caringin Kecamatan Karang Tengah," ujarnya.

Tujuan Konfercab sendiri antara lain sebagai arena konsolidasi organisasi, sekaligus memilih kepengurusan baru Pimpinan Cabang PMI Kabupaten Garut.[ang]


Anda sedang membaca artikel tentang

Kemiskinan, Masih Isu Sentral di Garut

Dengan url

https://pemerintahupdate.blogspot.com/2012/10/kemiskinan-masih-isu-sentral-di-garut.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Kemiskinan, Masih Isu Sentral di Garut

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Kemiskinan, Masih Isu Sentral di Garut

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger