INILAH.COM, Bandung - Awal pekan ini, Cimahi mengawali lembaran baru. Senin (22/10/2012) besok, pasangan Atty Suharti-Sudiarto akan dilantik sebagai wali kota-wakil wali kota periode 2012-1017. Kita tunggu apa saja yang bisa dilakukan pasangan pimpinan daerah itu selama lima tahun ke depan.
Umumnya, parameter yang akan digunakan kurang lebih terdapat ada tiga pilihan. Opsi pertama, Atty hanya akan melanjutkan apa yang sudah dilakukan Itoc Tochija yang notabene memimpin Cimahi selama dua periode terakhir. Itoc merupakan suami Wali Kota terpilih, Atty Suharti.
Toh, kalau hal tersebut yang diambil dalam kebijakan Atty, roda Cimahi hanya berjalan tanpa ada perubahan yang berarti. Dia hanya sekadar meneruskan kebijakan pembangunan yang belum dituntaskan suaminya.
Opsi kedua merupakan ukuran terjelek dari yang sudah ada. Kini, relatif kecil jika sebuah kota/kabupaten dikatakan mundur. Namun, roda pemerintahan mandek, jalan di tempat. Situasi dan keadaan seperti ini yang membuat warga tak senang dengan kepemimpinan baru. Terlebih, bagi mereka yang sempat merasakan manisnya kecipratan dari penguasa pada masa sebelumnya.
Tak hanya warga, para pengamat dan peneliti Kota Militer itu pun dipastikan greget melihat tingkah polah tersebut. Apalagi, terhadap perilaku yang dianggap anomali. Belum lagi, berbagai media massa yang berfungsi seperti watchdog yang akan melaporkan reportasenya setiap hari.
Dari paparan di atas, alangkah hebatnya jika pimpinan pemerintahan daerah memiliki cita-cita luhur mengenai Cimahi. Apalagi, bagi mereka yang jenuh atas kondisi Cimahi dan mengharapkan dengan kadar ekspektasi yang berbeda-beda. Ini, bisa jadi merupakan opsi ketiga, yang diharapkan sebagian besar warga.
Memang, tidak sepadan jika kita membandingkannya dengan Provinsi DKI Jakarta yang baru saja dipimpin gubernur-wakil gubernur baru. Dengan slogan membangun "Jakarta Baru", masyarakat ibu kota menaruh harapan besar di pundak Jokowi-Ahok yang baru saja dilantik untuk periode 2012-2017.
Namun, tak ada salahnya jika semangat 'baru' itu ditularkan ke Kota Cimahi. Apalagi, daerah otonom ini masih berusia 11 tahun yang membutuhkan konsep blueprint yang mumpuni untuk memajukan kesejahteraan masyarakat.
Pertanyaan selanjutnya, akankah Atty-Sudiarto bisa menciptakan 'Cimahi Baru'? [ang]
**Tulisan Fokus Inilah Koran, Minggu (21/10/2012)
Anda sedang membaca artikel tentang
Menunggu Gebrakan Wali Kota Cimahi yang Baru
Dengan url
https://pemerintahupdate.blogspot.com/2012/10/menunggu-gebrakan-wali-kota-cimahi-yang.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Menunggu Gebrakan Wali Kota Cimahi yang Baru
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Menunggu Gebrakan Wali Kota Cimahi yang Baru
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar