Studi Banding Tak Pakai Rasa

Written By Unknown on Jumat, 05 Oktober 2012 | 11.02

INILAH.COM, Bandung - Studi banding merupakan kegiatan untuk membandingkan kondisi objek studi di tempat lain dengan kondisi yang ada di tempat sendiri. Informasi yang dikumpulkan dari kegiatan tersebut bisa dijadikan acuan untuk merumuskan konsep perbaikan sistem, kebijakan, peraturan perundang-undangan, dan sebagainya.

Idealnya begitu. Untuk itu setiap tahun negara menyediakan anggaran puluhan triliun rupiah. Sialnya, kegiatan studi banding yang marak dilakukan para wakil rakyat, baik di pusat maupun di daerah, tidak seperti itu. Studi banding pun kemudian dikritik sebagai ajang jalan-jalan atau wisata atas biaya negara.

Olok-olok terhadap istilah studi banding bisa disimak dari penggalan sebuah lagu, yang belakangan ini mulai populer, seperti berikut:

Seharusnya tak kau risaukan
Seharusnya tak kau pikirkan
Aku dan dia tak pakai rasa
Aku hanya studi banding

Ku coba tuk membuktikan
Cintamu takkan tergantikan
Aku dan dia tak pakai rasa
Aku hanya studi banding, studi banding

Studi banding yang tak pakai rasa terjadi kemarin (Kamis, 4/10/2012). Sebanyak 25 orang anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, terlunta-lunta di gedung DPRD Kabupaten Bandung. Datang dengan menggunakan satu unit bus, mereka tidak mendapati satu pun tuan rumah. Padahal, kata mereka, kunjungan studi banding tersebut sudah confirmed.

Ke mana gerangan tuan rumah? Ternyata, para anggota DPRD Kabupaten Bandung juga sedang melakukan studi banding ke luar daerah: 25 orang dari Badan Anggaran ke Makassar, Sulawesi Selatan, 20 orang dari Badan Legislasi ke Cirebon, dan 5 anggota lagi tak jelas keberadaannya.

Aneh? Jangan heran. Jadwal lawatan studi banding DPRD di banyak daerah memang rata-rata berbarengan, dan hari-hari di bulan Oktober ini adalah musim studi banding. Jarang ada wakil rakyat yang mau melepaskan peluang ini.

Barangkali, kegandrungan akan studi banding pulalah yang mendorong para wakil rakyat dari Wonogiri itu untuk langsung ngacir ke Bandung tanpa rekonfirmasi. Toh, jadwal sudah disusun sejak lama dan anggaran perjalanan dinas sudah dikeluarkan. Beruntung, sehari sebelumnya mereka bertemu dengan DPRD Kota Bandung.

Kegiatan studi banding, yang seharusnya diagendakan hanya untuk persoalan-persoalan yang punya dampak langsung bagi kemaslahatan rakyat banyak, kerap dilakukan untuk hal-hal yang tak masuk akal. Bayangkan, misalnya, untuk menentukan logo PMI saja harus studi banding ke Turki. Atau, untuk mencari nama bagi Stadion Gedebage, yang akan diresmikan akhir tahun ini, harus studi banding dulu ke mana-mana.

Studi banding seperti itu jelas tak pakai rasa.[ang]

*Tulisan Fokus Inilah Koran, Jumat (5/10/2012)


Anda sedang membaca artikel tentang

Studi Banding Tak Pakai Rasa

Dengan url

https://pemerintahupdate.blogspot.com/2012/10/studi-banding-tak-pakai-rasa.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Studi Banding Tak Pakai Rasa

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Studi Banding Tak Pakai Rasa

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger