INILAH.COM, Cimahi - Sekitar 50 buruh dari FSPMI dan KASBI bertahan di kompleks Pemkot Cimahi. Mereka bertekad menginap dan menduduki gedung pemerintahan tersebut.
"Sampai saat ini, kita tidak diterima oleh wali kota sebagai pemegang kekuasaan penentuan UMK. Selama tuntutan kita tidak direalisasikan kita akan terus menjalankan aksi menginap di sini," kata Yayan Mulyana, Korlap Aksi dari FSPMI, Senin (5/11/2012).
Dia mengaku, pihaknya sempat diterima Kepala Disnakertrans Cimahi Efi Ahmad. Namun, perwakilan buruh menolak bertemu.
"Kita menginginkan ketemu langsung dengan wali kota yang baru. Jangan cuma tukang pos saja. Makanya, tadi kita keluar lagi," ucapnya.
Kecewa dengan perilaku Pemkot Cimahi, buruh pun bertekad bertahan. Rencananya, jika selama tiga hari ke depan Wali Kota Cimahi Atty Suharti tidak punya itikad baik dan tidak menggubris tuntutan, para buruh mengancam akan membuat roda perekonomian Cimahi lumpuh.
"Rabu atau Kamis nanti, kita akan berdemo dengan lebih banyak massa. Roda ekonomi di Cimahi akan lumpuh. Mungkin dengan dilumpuhkan ekonomi kota, wali kota bisa ngeh," jelas Yayan.
Ditambahkannya, jika tuntutan para buruh itu diterima, pihaknya akan membubarkan diri saat itu juga.
Senada dengan itu, Ketua KASBI Cimahi Minardi mengaku pihaknya serius melakukan aksi menduduki Pemkot Cimahi.
"Tadi Asda II bilang ke kita, mereka bisa menjanjikan nanti Kamis mendatang akan dijadwalkan bertemu dengan walikota. Soalnya, saat ini wali kota sedang ke Sumatera Utara," jelasnya [ito]
Anda sedang membaca artikel tentang
Atty Tak Muncul, Buruh Nginap di Balai Kota
Dengan url
https://pemerintahupdate.blogspot.com/2012/11/atty-tak-muncul-buruh-nginap-di-balai.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Atty Tak Muncul, Buruh Nginap di Balai Kota
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Atty Tak Muncul, Buruh Nginap di Balai Kota
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar