Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Besok, Heryawan Akan Jamu Jokowi di Gedung Sate

Written By Unknown on Rabu, 31 Oktober 2012 | 11.03

INILAH.COM, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku akan menjamu Gubernur DKI Jakarta yang baru terpilih Joko Widodo (Jokowi). Rencananya, orang nomor satu di Jakarta ini akan datang ke Gedung Sate, Rabu (31/10/2012).

"Ya, besok (Rabu, 31/10/2012) saya akan menjamu Jokowi sekitar pukul 2 siang," ujar Heryawan kepada wartawan usai melakukan santap malam di Stasiun Bandung, Selasa (30/10/2012).

Menurut Heryawan, kunjungan tersebut akan membahas terkait transportasi penghubung Jabar-DKI Jakarta. Transportasi menjadi salah satu fokus yang dinilai penting mengingat migrasi masyarakat yang tinggal di Jabar ke Jakarta setiap harinya mencapai lebih dari 2 juta orang.

"Transportasi menjadi penting untuk mengatasi migrasi pekerja tersebut. Kalau hanya mengandalkan Busway koridor Bekasi-Jakarta, saya rasa masih kurang sehingga perlu adanya transportasi masal lainnya," pungkasnya.[ang]


11.03 | 0 komentar | Read More

10.889 Dukungan Dikdik-Cecep Tidak Sah

INILAH, Sumedang- Sebanyak 10.889 dukungan milik calon gubernur perseorangan Dikdik Mulyana Arief Mansyur-Cecep Nana Suryana Toyib gugur karena tidak memenuhi syarat.

Hasil ini diketahui setelah KPU Sumedang melakukan rekapitulasi di KPU dan menuangkannya dalam berita acara yang langsung disampaikan ke KPU Provinsi.

"Berdasarkan hasil verifikasi administrasi dan faktual oleh PPS yang kemudian direkap di tingkat PPS dan PPK lalu di tingkat KPU, ada 14.831 dukungan yang memenuhi syarat dan ada 10.889 dukungan yang tidak memenuhi syarat," kata Ketua KPU Sumedang Asep Kurnia, Selasa (30/10/2012).

Pasangan Dikdik-Cecep mempunyai pendukung di Sumedang sebanyak 25.720 yang tersebar di 11 kecamatan dan 38 desa.

Verifikasi calon perseorangan pemilihan gubernur di Sumedang berbarengan dengan verifikasi dukungan calon perseorangan bupati karena penyelenggaraan pemilihannya digabung.

"Semuanya berjalan sesuai dengan tahapan dan jadwal pemilihan baik untuk pilbup dan pilgub, jadi tidak ada penambahan waktu," kata Asep yang saat itu juga langsung menyerahkan berita acara tersebut ke KPU Provinsi.[ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

Mencari Pemimpin yang Amanah

INILAH.COM, Bandung - Nanan Sukarna bersikap. Wakil Kepala Polri ini akhirnya memilih tetap mengabdi di institusi kepolisian dibanding bertarung di ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar yang akan digelar Februari 2013 mendatang.

Keputusan ini diambil hanya beberapa hari menjelang pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur yang akan dibuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, awal November nanti.

Alasannya, sederhana. Nanan ingin menyelesaikan tugasnya terlebih dulu di Kepolisian yang telah membesarnya. Terlebih saat ini, tugas berat masih menanti Nanan sebagai orang nomor dua di kepolisian. Seabrek tugas negara harus ditunainya. Terorisme misalnya, atau penyelesaian konflik horisontal, atau perselisihan Polri dengan KPK yang harus juga diperhatikan.

Atau ada alasan lain? Bisa jadi alumnus Akademi Kepolisian tahun 1978 ini mundur dari pencalonan Pilgub Jabar karena gara-gara restu dari PDIP, dalam hal ini ketuanya, Megawati Soekarnoputeri, tidak kunjung turun?

Terlepas dari alasannya, sikap sang Jenderal Polisi bintang tiga ini, bisa menjadi contoh baik bagi para politisi kita. Masa jabatan di Polri yang hanya tersisa beberapa bulan lagi, tidak membuat Nanan gelap mata untuk mencari cadangan jabatan sehingga tidak perlu menganggur bila pensiun nanti.

Sikap Nanan ini berseberangan dengan langkah sejumlah politisi saat ini. Tak sedikit yang buru-buru mencari jabatan baru, salah satunya melalui pesta demokrasi pemilihan kepala daerah, di saat masa jabatannya saat ini akan segera berakhir. Toh, mereka tidak akan rugi apa-apa ketika dinyatakan kalah. Namun mendapatkan posisi baru yang lebih baik, sebelum tugasnya sebelumnya berakhir.

Pilkada DKI Jakarta, salah satu contohnya, ketika dua kepala daerah ikut berkompetisi, yakni Joko Wali Kota Solo Widodo dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Yang satu berhasil, dan yang lainnya gagal. Tapi keduanya tetap menang, dalam arti tetap menjadi pejabat publik.

Satu yang pasti, jabatan -dari mulai ketua RT hingga presiden- hakikatnya adalah amanah, sebuah kepercayaan yang telah diberikan oleh rakyat atau negara. Ketiga sebuah amanah dibebankan kepada dirinya, harusnya diselesaikan dengan tuntas. Menanggalkan amanah di tengah jalan, sungguh bukan pilihan terpuji, dan tentunya mencederai sang pemberi amanah. Apalagi alasannya semata-mata hanya untuk mengejar jabatan atau kedudukan yang lebih tinggi.

Kita membutuhkan seorang pemimpin yang amanah, yang menjalankan kepercayaan rakyatnya dengan sebaik-baiknya. Bukan pemimpin yang hanya mencari jabatan atau kedudukan. (*)


11.02 | 0 komentar | Read More

Desy Punya Kans Besar Dibidik PKS jadi Wagub

INILAH.COM, Depok - Anggota tim sukses calon Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Imam Budi Hartono, mengatakan pihaknya mulai membidik artis Desy Ratnasari sebagai calon wakil gubernur dari PKS.

"Memang kami menginginkan Deddy Mizwar sebagai wakil gubernur, tapi kansnya memang kecil, jadi mencari alternatif. Desy Ratnasari punya peluang besar," kata Imam di Depok, Selasa.

Menurut anggota Fraksi PKS DPRD Jawa Barat itu, saat ini komunikasi pihaknya dengan Desy semakin intensif.

"Kalau komunikasi kami terus lakukan, peluangnya memang cukup besar," ujarnya.

Selain Desy Ratnasari, kata Imam, pihaknya juga memberi peluang kepada Primus Yustisio untuk maju sebagai pendamping Ahmad Heryawan di Pilgub Jabar.

"Kedua artis tersebut mempunyai elektabilitas yang tinggi," kata Ketua Gema Keadilan Jawa Barat tersebut.

Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya juga mendekati kalangan eksekutif yaitu Bupati Bogor Rahmat Yasin.

"Rahmat Yasin mempunyai pemilih yang cukup loyal. Dia termasuk yang dipertimbangkan untuk disandingkan dengan Ahmad Heryawan," ujarnya.

Mengenai peluang terpilihnya kembali Ahmad Heryawan menjadi gubernur Jawa Barat, Imam mengingatkan agar Kang Aher (panggilan Ahmad Heryawan) tetap waspada terhadap pasangan yang tidak diunggulkan dalam pilkada tersebut.

"Harus tetap waspada dan berjuang keras agar bisa terpilih kembali," katanya.ANT [ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

Camat Cililin Setuju untuk Mundur

Written By Unknown on Selasa, 30 Oktober 2012 | 11.02

INILAH.COM, Cililin- Setelah didesak 50 orang warga dan tokoh masyarakat Cililin yang menyambangi kantor kecamatan Cililin Senin (29/10/2012) siang, Camat Cililin Muhamad Yudi setuju untuk mundur dari jabatannya.

Hal tersebut diungkapkannya dalam surat tuntutan yang dibuat warga Cililin yang ditandatanganinya langsung setelah menerima perwakilan dari para warga.

"Yang bersangkutan sudah menandatangani surat tuntutan dari warga dan sudah bersedia untuk mundur," kata salah seorang tokoh masyarakat Cililin dan mantan anggota eksponen 66 Usep Bachtiar saat ditemui usai audiensi di Kantor Kecamatan Cililin Senin (29/10/2012).

Namun, tempo waktu tiga hari pengunduran diri yang diminta oleh warga sepertinya tidak akan terwujud, Pasalnya, untuk pengunduran jabatan camat harus menunggu SK dari Bupati. Untuk, itu warga memberikan toleransi waktu beberapa minggu untuk menunggu SK Bupati Bandung Barat.

"Kami akan menunggu SK itu dalam hitungan minggu, kalau tidak juga keluar kami akan datang dengan massa lebih banyak. Kami juga akan memberikan surat desakan kepada Bupati secepatnya," tegasnya.

Dijelaskan oleh Usep, dalam surat tersebut tidak hanya berisi persetujuan camat untuk mundur dari jabatannya. Secara tertulis, kata dia, Muhamad Yudi juga meminta maaf atas sikapnya pada gelaran Tepang Sono Warga Cililin di Alun-alun Sabtu (27/10/2012) kemarin. Selain itu camat juga mengakui sikap arogansinya selama ini.

Sementara itu, ketika akan dikonfirmasi terkait desakan mundur dan juga kekesalan warga terhadap sikap arogannya, Camat Cililin Muhammad Yudi enggan memberikan komentar. Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang perwakilan dari kantor kecamatan Cililin.[ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

Camat Cililin Tak Pernah Harmonis dengan Warganya

INILAH.COM, Cililin- Warga Cililin mengaku hubungan antara warga dengan juga camat Cililin tidak pernah harmonis.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ridwan, Ketua RW 02 Desa Cililin, Kampung Sumurbandung Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Menurutnya, ketidakharmonisan tersebut ditunjukkan oleh Camat Cililin Muhammad Yudi yang selama menjabat tidak pernah sekalipun mengunjungi warganya.

"Hubungan camat dan warga tidak pernah harmonis. Selain tidak pernah mengunjungi masyarakat, camat juga kurang ada sosialisasi ke masyarakat Cililin," ujar Ridwan di kantor kecamatan Cililin Senin (29/10/2012).

Ketidakharmonisan juga ditunjukkan ketika berlangsung acara Tepang Sono warga Cililin di yang digelar di alun-alun tepat di depan kantor kecamatan Cililin. Walaupun telah meminta izin untuk menggunakan lahan kantor kecamatan untuk parkir kendaraan undangan, pihak kecamatan dinilai menunjukkan arogansinya dengan memblokade dan menggembok gerbang kantor kecamatan.

"Dia (Camat) juga tidak datang, padahal sudah kami beri undangan resmi. Seharusnya dia menghormati acara itu apalagi yang hadir wakil bupati Bandung Barat," tuturnya.

Sebelumnya, Sekitar 50 warga Cililin yang mengatasnamakan perwakilan tokoh masyarakat Cililin menuntut Camat Cililin Muhamad Yudi agar segera mundur dari jabatannya.[ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

Dihitung Ulang, KHL Kab Sukabumi Jadi Rp1.377.331

INILAH.COM, Sukabumi - Nilai kebutuhan hidup layak (KHL) Kabupaten Sukabumi pada 2012 berubah menjadi Rp1.377.331. Sebelumnya, KHL 2012 yang telah ditetapkan oleh Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) Sukabumi sebesar Rp1.035.870.

Perubahan nilai KHL untuk salah satu unsur penetapan upah minimum kabupaten (UMK) 2013 ini dihitung ulang dalam rapat tripartit di Hotel Idaman Jalan Selabintana Desa Warnasari Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Senin (29/10/2012).

"Hasil penghitungan ulang ini akan kami sampaikan langsung ke Pak Bupati malam ini. Dan perhitungan ulang ini sebagai bahan pertimbangan Pak Bupati dalam menentukan UMK 2013," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi Aam Ammar Halim kepada INILAH.COM, Senin (29/10/2012).

Pertemuan pembahasan penghitungan ulang KHL diikuti tiga perwakilan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan perwakilan enam serikat pekerja yang tergabung dalam Koalisi Buruh Sukabumi (KBS) serta perwakilan dari unsur Depekab Sukabumi.

Koordinator KBS Dadeng Nazarudin mengatakan hasil penghitungan ulang nilai KHL sebesar Rp1.377.331 harus menjadi dasar dalam penetapan UMK Sukabumi 2013 mendatang. Terlebih Bupati Sukabumi Sukmawijaya telah menandatangani pernyataan akan mengakomodasi hasil pertemuan penghitungan ulang KHL menjadi nilai UMK 2013.

"Nilai KHL yang baru ini sifatnya wajib ain untuk menjadi pegangan Bupati Sukabumi dalam merekomendasikan besaran UMK tahun 2013. Karena Pak Bupati juga sudah menandatangani pernyataan saat aksi kami di Monumen Palagan Bojong Kokosan," kata Dadeng kepada INILAH.COM usai pertemuan.

Pertemuan penghitungan ulang nilai KHL yang berlangsung alot itu mendapatkan pengamanan dari puluhan anggota Polres Sukabumi Kota dan Polsek Sukabumi. Juga sempat diwarnai aksi penyampaian aspirasi dari perwakilan Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit (SP TSK) SPSI Kabupaten Sukabumi.

"Kami mendukung nilai hasil ulang KHL ini menjadi UMK tahun 2013. Karena nilainya tidak jauh beda dengan hasil survei kami sebesar Rp 1.345.303. Namun yang penting dalam penetapan UMK 2013 nanti tidak kurang dari Rp1,2 juta," kata Koordinator Aksi SP TSK SPSI Kabupaten Sukabumi Dony Sudarsono kepada INILAH.COM usai aksi.[jul]


11.02 | 0 komentar | Read More

Pengamat: Rieke Ibarat Kuda Hitam

INILAH.COM, Bandung - Meski survei dari Lingkar Studi Informasi Demokrasi (eLDSI) menyatakan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf masih tergolong calon berpopularitas dan berelektabilitas tinggi, namun kemunculan Rieke Diah Pitaloka dianggap kuda hitam yang bisa mengalahkan keduanya.

Politisi dari PDI Perjuangan ini memiliki popularitas karena pernah menjadi pekerja seni serta elektabilitas tinggi karena sering memperjuangkan hak-hak buruh.

"Rieke ibarat kuda hitam karena berpotensi mengalahkan Aher dan Dede," ujar Pengamat Politik dari Universitas Parahyangan Asep Warlan saat dikonfirmasi wartawan, Senin (29/10/2012).

Menurutnya, popularitas dan elektabilitas Rieke juga terdorong dari kendaraan partai berlambang banteng. Partai yang dimpimpin Megawati ini dikenal memiliki jumlah kader yang cukup banyak di Jabar.

Selain itu, kata Asep, hasil survei positif terhadap Rieke juga terdongkrak dari pemenangan PDIP-Gerindra dalam pemilihan Gubernur DKI melalui pasangan Jokowi-Ahok. Euforia sukses PDIP perlu dimanfaatkan maksimal sebagai modal awal menghadapi para calon incumbent pada Pilgub Jabar 2013.

Namun, bebernya, ketiga tokoh tersebut belum dianggap mutlak sebagai calon terkuat. Pasalnya, hasil survei belum tentu menentukan kesuksesan seorang tokoh. Meski hasil survei bermanfaat sebagai pemetaan politik, namun kesimpulan berada pada hasil akhir Pilgub Jabar mendatang.

"Jabar harus berkaca pada kegagalan hasil survei di Pilgub DKI yang menyebutkan Fauzi bakal menang, nyatanya malah Jokowi yang menang," bebernya.

Asep meminta para calon memperhatikan angka soliditas pemilih 'galau' yang mencapai 47,9%. Tingginya angka pemilih tersebut perlu dimanfaatkan agar para pemilih lebih setia kepada calon terpilih.

Dia menilai sosialisasi dini dari para calon akan dapat merangkul pemilih 'galau'. Visi dan misi yang dijelaskan kepada para pemilih ini akan meneguhkan hati para pemilih tersebut. "Partai dan calon jangan melakukan sosialisasi saat injury time. Jabar itu sangat luas dan membutuhkan waktu lama untuk bisa merangkul hati masyarakatnya," pungkasnya.[jul]


11.02 | 0 komentar | Read More

PPK Serahkan Hasil Verifikasi Calon Perseorangan

Written By Unknown on Senin, 29 Oktober 2012 | 11.02

INILAH.COM, Sumedang - Sebanyak 26 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sudah memberikan berita acara hasil verifikasi administrasi dan faktual terhadap berkas dukungan calon perseorangan yang dilakukan Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada awal Oktober kemarin. Seluruh berita acara sudah diterima KPU Minggu (18/10/2012) pukul 15.00.

"Kami sudah menerima seluruh berita acara dari PPK tentang hasil verifikasi adminsitrasi dan faktual yang dilakukan PPS terhadap berkas dukungan calon perseorangan. Setelah itu, KPU akan merekapitulasinya," kataKasubag Teknis Penyelenggaraan Pemilu, KPU Sumedang Benny Ahmad Judistia, Minggu (28/10/2012).

Menurut Benny, berita acara yang disampaikan PPK berisikan tentang keterangan hasil verifikasi administrasi dan faktual yang dilakukan PPS. PPK dalam proses verifikasi ini melakukang penelitian kembali terhadap hasil verifikasi yang dilakukan PPS.

"Dalam berita acara disebutkan kembali berapa jumlah dukungan yang diberikan kepada pasangan calon dan berapa jumlah dukungan yang tercoret serta berbagai temuan lainnya selama PPS melakukan verifikasi," kata Benny yang menyebutkan proses rekapitulasi jumlah dukungan akan berdasarkan berita acara yang masuk ke KPU paling lama akan membutuhkan waktu 24 jam.

"Kami hanya mericek kembali terhadap berkas dukungan tesebut, khawatir ada kekeliruan," tambahnya.

Sementara itu, Ketua PPK Rancakalong, Mumun menuturkan, proses penelitian berlangsung lancar. Menurutnya, tidak ditemukan kendala dan temuan-temuan yang menyulitkan proses penelitian kembali oleh PPK. Namun diakuinya, terdapat satu nama pendukung yang masih belum memberikan pernyataan kebenaran dukungannya terhadap salah satu pasangan calon.

"Kami mempertanyakan kembali kepada nama pendukung tersebut mengenai kebenaran dukungannya, selain itu tidak ditemuka kasus-kasus lain," kata Mumun Sutarsa.

Disebutkan Mumun, pihaknya tidak menemuka kekeliruan pada proises verifikasi administrasi dan faktual daro semua PPS di wilayahnya. Sehingga, tidak ada perubahan siginifikan terhadap hasil verifikasi berkas dukungan di wilayah Rancakalong.[ang]


11.02 | 0 komentar | Read More

Tak Miliki Gedung Kesenian, Seniman Cimahi Kesal

INILAH.COM, Cimahi - Kota Cimahi sebagai daerah otonom berusia lebih dari 11 tahun. Namun, hingga kini Kota Cimahi tak memiliki gedung kesenian.

Ketua Dewan Kesenian Cimahi (DKC) Dede Syarief menuturkan, ketiadaan pusat kesenian tak lepas dari minimnya perhatian Pemkot Cimahi. Hal itu mengakibatkan pengembangan seni dan budaya di Cimahi relatif tersendat. Pasalnya, para penggiat seni dan budaya itu kesulitan menyalurkan sekaligus mengembangkan ekspresinya.

"Sebenarnya, kami bosan dengan keadaan ini. Sampai sekarang, perhatian Pemkot Cimahi terhadap gedung kesenian masih belum ada kejelasan," kata Dede kepada wartawan, Minggu (28/10/2012).

Dikatakannya, kendati kecewa dan bosan namun pihaknya terus berharap masih ada perhatian dari pemangku kekuasaan.

Beruntung, kini DKC berhasil menempati Gedung Sudirman sebagai wadah untuk mengekspresikan dan apresiasi seni. "Sudah lama kami menunggu-nunggu perhatian Pemkot, namun tak kunjung datang. Beruntung, ada pihak ketiga yang mau bekerjasama dengan kami," jelasnya.

Mengenai gedung tersebut, dia mengaku kini pihaknya sudah berhasil menempati untuk beberapa waktu. Rencananya, kata dia, Selasa (30/10/2012) mendatang pemakaian Gedung Sudirman sebagai pusat kegiatan seni dan budaya itu akan diresmikan.

"Kita lihat saja, apakah nanti Pemkot akan memberikan perhatian atau tidak? Harapannya, ini bisa diresmikan ibu wali kota. Tapi, hingga hari ini saya belum dapat kepastiannya," ujar Dede.[ang]


11.02 | 0 komentar | Read More

Cari Pendamping Rinso, PKS Ogah Terjebak Tua-Muda

INILAH.COM, Sumedang - DPC PKS Sumedang semakin gencar mengusung ketuanya, Ridwan Solichin, menjadi bakal calon wakil bupati Sumedang. Ridwan Solichin atau yang kini akrab disapa Rinso, disebut-sebut sebagai calon pemimpin muda, dari sisi usia maupun kepribadiannya.

Meski demikian, PKS tidak mau terjebak dalam dua dikotomi antara tua dan muda. Pasalnya, PKS siap berdampingan dengan siapa saja, baik pemimpin yang tua atau pemimpin yang muda.

"PKS yakin mengusung Ridwan untuk wakil bupati dan siap berdampingan dengan siapa saja, baik yang tua atau muda," kata Yana Flandriana, Ketua Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD) PKS Sumedang, Minggu (28/10/2012).

Untuk itu TPPD membantah jika PKS hanya siap dan mau dipasangkan dengan pemimpin muda saja. "Tua muda sama saja, yang penting isi dan kualitasnya. Kalau ternyata Rinso memang masih muda, itu kelebihan yang tidak bisa ditampik," kata Yana.

PKS juga menilai, sosok atau figur pemimpin muda dan tua sama-sama mempunyai peluang kemenangan yang sama karena kesukaan atau ketertarikan pemilih di Sumedang tidak bisa disimpulkan kepada pemimpin muda atau tua saja.

"Pemilih itu kan memang menilai yang punya kualitas dan memang mampu menjadi pemimpin untuk Sumedang yang lebih baik," tandas Yana.

Oleh karenanya, PKS tidak akan meletakkan telur dalam satu keranjang. PKS tidak mau hanya menjatuhkan pilihan kepada satu objek saja, melainkan berbagai objek ada kemungkinan untuk menjadi pilihan terbaik PKS.

"Kami tidak mau meletakkan telur dalam satu keranjang karena PKS tidak mau menjatuhkan pilihan hanya ke satu objek saja, karena memang masih ada objek lain yang pantas dipertimbangkan," kata Yana.

PKS saat ini masih belum menemukan sosok yang tepat untuk pendamping Rinso. Masa-masa injury time merupakan waktu yang tepat untuk mendeklarasikan siapa yang akan berdampingan dengan Rinso.

"Mendekati 4 November yaitu ketika pendaftaran parpol atau pada masa injury time kami akan mengumumkan siapa pendamping Rinso, karena saat ini PKS belum mengerahkan semua kekuatan untuk mencari pendamping Rinso," kata Yana.[ang]


11.02 | 0 komentar | Read More

Ketua Tim Penggerak PKK KBB Sumbang Mesin Neci

INILAH.COM, Ngamprah - Dalam rangka melanjutkan Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Ketua Tim Penggerak PKK KBB Elin Suharliah yang merupakan istri Bupati Bandung Barat, Abubakar, memberikan bantuan satu unit mesin Neci kepada kelompok usaha perempuan pembuat payet Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah.

"Bantuan mesin ini dimaksudkan untuk pengembangan usaha payet yang dikembangkan kelompok usaha ibu-ibu di desa Mekarsari sudah cukup berhasil menembus pasar internasional," kata Elin, usai memberikan bantuan di Desa Mekarsari Kecamatan Ngamprah Minggu (28/10/2012).

Dengan bantuan ini, lanjutnya, diharapkan kelompok usaha ibu-ibu ini bisa mengembangkan produk lainnya. Dengan mesin baru, para ibu-ibu dapat diharapkan bisa membuat produk kerudung.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) KBB Nur Djulaeha menambahkan, produk payet buatan kelompok usaha darma wanita Desa Mekarsari sudah tidak diragukan lagi. Payet hasil kelompok usaha perempuan Desa Mekarsari mampu menembus pasar internasional. Selain itu, dirinya berharap dengan bantuan tersebut para ibu-ibu dapat meningkatkan perekonomian mereka.

"Dengan usaha yang sudah cukup maju ini kami ingin nantinya perempuan tidak hanya menjadi buruh pembuat payet tapi kalau bisa jadi bos," kata Nur.

Lebih lanjut Nur mengatakan, melalui program pemberdayaan ekonomi kaum perempuan ini bisa menghilangkan kesenjangan gender dalam hal perekonomian. Tak hanya itu saja, dirinya bahkan menjamin kalau program ini mampu meminimalisir kemunculan kasus traficking dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Kebanyakan kasus traficking atau KDRT dipicu oleh faktor ekonomi. Akibat kekurangan ekonomi, perempuan sering menjadi sasaran eksploitasi dan kekerasan. Tapi dengan kesetaraan dalam mencari sumber perekonomian, maka perempuan dan laki-laki akan saling menghargai," pungkasnya.[ang]


11.02 | 0 komentar | Read More

26 PAC PPP Sumedang Dapat Bantuan Sepeda Motor

Written By Unknown on Minggu, 28 Oktober 2012 | 11.02

INILAH.COM, Sumedang - Sebanyak 26 Pengurus Anak Cabang (PAC) PPP Sumedang mendapatkan bantuan kendaraan roda dua dari Endang Sukandar, Ketua Dewan Pertimbangan PPP Sumedang.

Kendaraan tersebut untuk menunjang operasional dan kinerja PAC. Tidak hanya untuk pemenangan Endang Sukandar saja, melainkan kinerja partai secara keseluruhan untuk menjalankan fungsi dan tugas parpol.

"Endang Sukandar memberikan bantuan kendaraan bermotor roda dua kepada 26 PAC di Sumedang untuk menunjang kinerja kader parpol di tingkat kecamatan," kata Ketua Panitia Apel Siaga PPP Ilmawan Muhamad, Sabtu (27/10/2012).

Selain motor, Endang juga memberikan hewan kurban kepada 14 pondok pesantren di Sumedang. "Ada titipan hewan kurban untuk 14 pesantren di Sumedang, " kata Ilmawan.

Apel siaga yang dihadiri ribuan kader PPP ini diselenggarakan dalam rangka persiapan menghadapi Pilbup Sumedang 2013. Endang Sukandar yang diusung dari partai ini akan didukung dan dimenangkan oleh ribuan kader PPP.[jul]


11.02 | 0 komentar | Read More

Ganggu Ketertiban, Parkir Liar Harus Ditertibkan

INILAH.COM, Bandung - Sekretaris Kota Bandung Edi Siswadi mengatakan parkir liar harus segera ditertibkan karena mengganggu ketertiban lalu lintas.

Dia mengatakan aparat harus memberikan teguran pada orang-orang yang menyediakan pelayanan parkir liar. Tak hanya Dishub, aparat setempat yakni camat dan muspika pun harus ikut terlibat untuk menertibkan parkir liar yang ada di daerahnya masing-masing. Kalau ternyata teguran tak berhasil, maka tindakan tegas harus dilakukan.

"Harus ada tindakan tegas dari aparat dan itu harus tertibkan segera. Kalau ada kendaraan yang parkir sembarangan, segera lakukan penggembokan. Sistem ini harus segera diberlakukan," tandasnya saat ditemui usai acara P2KB di Jalan Kolam, Sabtu (27/10/2012).

Tindakan tegas ini, lanjut Edi, harus dilakukan untuk memberikan efek jera. Begitu pun dengan tarif parkir, menurut Edi, institusi atau lembaga tak boleh memasang tarif yang melebihi Perda. Berdasarkan perda, untuk motor tarifnya Rp1.000/jam dan mobil maksimal Rp2.000/jam.

Kalau ada yang melebihi tarif, maka Dishub harus melakukan penertiban. "Berikan dulu peringatan kepada para oknum. Kalau diabaikan barulah peneguran dan penertiban oknum tersebut," jelasnya.

Edi mengatakan penertiban pada oknum tukang parkir di luar ketentuan perlu dilakukan karena uang tersebut tak masuk kas negara.

"Itu sama saja menggelapkan uang masyarakat dan tidak ada pertanggungjawabannya. Aparat harus menindak tegas mereka yang melakukan pungutan parkir di luar ketentuan yang ada," tegasnya.[jul]


11.02 | 0 komentar | Read More

Dari 100 Karyawan, Minimal Ada 1 Penyandang Cacat

INILAH.COM, Bandung - Setiap pengusaha yang memiliki 100 karyawan, diharapkan memperkerjakan minimal 1 karyawan penyandang cacat. Hal itu sesuai dalam Perda Nomor 26 pasal 41 yang diamanatkan bagi para pengusaha.

Namun sayangnya, sampai hari ini pengusaha yang memperkerjakan penyandang cacat masih terbilang minim. Oleh karenanya, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan menyesalkan kondisi itu.

"Perusahaan-perusahaan di Kota Bandung banyak yang belum menjalankan Perda 26 tahun 2009 tentang Kesetaraan Penyandang Cacat," kata Tedy di Gedung DPRD Kota Bandung, Sabtu (28/10/2012).

Dia mengatakan penyandang cacat yang memenuhi persyaratan jabatan dan kualifikasi pekerjaan sebagai pekerja wajib dipekerjakan di perusahaan yang memiliki pekerja minimal 100 orang.

Untuk itu, Tedy minta Pemkot Bandung agar segera mengimbau para pengusaha untuk menjalankan Perda tentang kesetaraan penyandang cacat, terlebih masih banyak keluhan dari para penyandang cacat karena minimnya kesempatan kerja bagi mereka.

Menurutnya, di kota Bandung saat ini, perusahaan yang lebih peduli hanya di bagian sektor pariwisata khususnya perhotelan padahal bagi yang melanggar sanksinya pidana.

Tedy pun meminta Dinas Sosial, Dinas Budaya Pariwisata dan Dinas Koperasi Industri perdagangan agar mensosialisasikan Perda ini ke pengusaha. "Sebaiknya Dinas Tenaga Kerja segera menggelar dan memprogramkan kegiatan bursa kerja untuk penyandang cacat," ujar Tedy.

Sementara itu, soal penindakan terhadap perusahaan yang tidak memperkerjakan penyandang cacat dibutuhkan cara persuasif oleh petugas Satpol PP. Namun itu pun dengan catatatan setelah diberikan peringatan namun masih membandel.[jul]


11.02 | 0 komentar | Read More

Jembatan Subang-Purwakarta Harus Segera Selesai

INILAH.COM, Subang - Anggota DPRD Komisi C Kabupaten Subang, Beni Rudiono meminta pembangunan jembatan penghubung Subang - Purwakarta yang ada di Desa Balebandungjaya Pabuaran Subang - Cijunti Campaka Purwakarta segera diselesaikan.

Menurut Beni, pembangunan jembatan tersebut harus bisa segera diselesaikan pasalnya warga setempat sudah mulai mempertanyakan bagaimana kelanjutannya.

"Warga sudah mulai mempertanyakan bagaimana kelanjutan pembangunan jembatan tersebut, karena jika jembatan tersebut selesai mobilitas masyarakat dan peningkatan ekonomi masyarakat akan meningkat secara signifikan," ujarnya Sabtu (27/10/2012)

Jembatan penghubung itu, memang sudah dilakukan pengerjaannya oleh pihak pemda Subang, namun dari pemda Purwakarta masih belum ada tanda-tanda untuk segera dibangun.

"Kami sebagai DPRD yang mempunyai peran pengawasan atas kinerja pemerintah harus mengetahui sejauh mana perkembangannya, oleh karenanya kami akan segera memanggil Dinas Binamarga dan Pengairan (Bimair) Kabupaten Subang untuk bisa mengetahui secara pasti atas pembangunan jembatan penghubung dua Kabupaten itu," ucapnya.

Karena, tambah Beni, meski dari pihak pemerintah Kabupaten Subang sudah mulai menjalankan kewajibanya, tapi jika Pemerintah Purwakarta tidak menjalankan kewajibanya akan percuma saja.

"Ini jelas akan menjadi penghambat jika pembangunan hanya dilakukan oleh satu pihak saja,"pungkasnya. [ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

Jadi DOB, Pangandaran Belum Punya Penjabat Bupati

Written By Unknown on Sabtu, 27 Oktober 2012 | 11.02

INILAH.COM, Pangandaran - Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan serta menjadi kabupaten yang efektif dan ramping.

Ketua Presidium Pembentukan Kabupaten Pangandaran, H Supratman mengharapkan, dengan kelahiran Kabupaten Pangandaran bisa membawa peningkatan yang lebih baik dan lebih maju dari sebelumnya. "Meskipun sesuai dengan hasil kajian kita terbilang sudah cukup, namun bagaimana pun juga harus tetap ada peningkatan terutama dari sudut infrastruktur," ujar Supratman kepada INILAH.COM baru-baru ini.

Kabupaten Pangandaran, lanjutnya, harus bisa menjadi pemerintahan yang bersih, efektif dan ramping. Sehingga beban anggaran pemerintah bisa sekecil mungkin dan APBD pun bisa diarahkan untuk kepentingan publik. "Pangandaran kita bangun dengan profesionalisme dengan penempatan orang-orang yang sesuai kemampuan dan keahliannya, sehingga nantinya program berjalan dengan baik," katanya.

Sepulang dari Jakarta, pihaknya tidak akan tinggal diam. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemkab Ciamis untuk membentuk struktur pemerintahan awal dan sharing.

"Saya harap dengan pisahnya Pangandaran dari Ciamis, harapan masyarakat Pangandaran mempunyai pemerintahan yang bersih, ramping dan efektif tercapai," tegasnya.

Selain berkordinasi dengan Pemkab Ciamis, Supratman bersama presidium akan menemui Gubernur Jabar Ahmad Heryawan untuk memohon petunjukan penempatan seorang penjabat Bupati Pangandaran yang profesional dan mengetahui harapan masyarakat Pangandaran.

Penjabat dan aparat lainnya, diharapkan bisa harmonis dengan presidium sehingga dalam perjalanan menata kelembagaan di Pangandaran tidak ada kendala. "Sampai saat ini kami belum mempunyai seorang nama pun untuk menempati penjabat Bupati Pangandaran itu," pungkasnya.[ang]


11.02 | 0 komentar | Read More

Jumlah TPS Pilgub Jabar di Garut Berkurang

INILAH.COM, Garut - Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Garut untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2013 sebanyak 4.064 TPS. Jumlah TPS tersebut berkurang dibandingkan jumlah TPS pada pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI (Pilpres) 2009 lalu yang mencapai 5.115 TPS.

Berkurangnya jumlah TPS, hampir merata di semua kecamatan di Kabupaten Garut. Sebagian pihak khawatir berkurangnya jumlah TPS akan memengaruhi minat pemilih mendatangi TPS, dan berakibat pada meningkatnya jumlah pemilih tak menggunakan hak pilihnya atau pemilih golongan putih (golput).

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Karangpawitan, Encang Setiawan menuturkan, minat pemilih menggunakan hak pilih dikhawatirkan berkurang karena banyak pemilih berada di daerah pelosok yang berjarak cukup jauh dari TPS tersedia.

"Banyak pemilih yang jarak rumah dengan lokasi TPS berjauhan. Bisa jadi, niat mereka untuk ikut berpartisipasi dalam pemilu berkurang. Kalau hal ini sampai terjadi, akan banyak pemilih golput," kata Encang, Jumat (26/10/2012).

Dia menyebutkan, di Kecamatan Karangpawitan jumlah kuota TPS ditetapkan untuk Pilgub Jabar 2013 hanya sebanyak 185 TPS. Sedangkan pada Pilpres 2009 lalu, jumlah TPS mencapai 220 TPS.

"Pada 2009 lalu, jumlah pemilih di Karangpawitan terdata sebanyak 77.000 orang. Bila dibandingkan dengan tahun 2009 lalu, TPS yang berkurang di Karangpawitan sebanyak 35. Padahal idealnya, di Kecamatan Karangpawitan harus ada sedikitnya 210 TPS," ujarnya.

Anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Garut Divisi Teknis dan Hubungan Masyarakat, Dadang Sudrajat, membantah bila kuota TPS di Kabupaten Garut sengaja dikurangi. Kendati diakuinya jumlah TPS di Kabupaten Garut untuk Pilgub 2013 berkurang dibandingkan jumlah TPS pada Pilpres 2009.

"Jangan bandingkan Pilgub Jabar 2013 dengan Pilpres 2009. Kuota itu diberikan KPUD Jabar. Jadi berlaku di seluruh wilayah Kabupaten Garut. Tidak ada yang dikurangi. Justru saat ini kami berusaha untuk mengusulkan penambahan TPS untuk Kabupaten Garut," jelasnya.

Usulan penambahan jumlah TPS, lanjutnya, didasari dari banyaknya permintaan PPK di setiap kecamatan agar jumlah TPS di wilayah mereka ditambah.

"Bila nanti hasil usulan kami tidak dapat dipenuhi oleh KPUD Jabar, mau tidak mau kita harus optimalkan TPS yang sudah disediakan. Untuk satu TPS, maksimal harus mampu melayani sebanyak 600 pemilih," imbuhnya.[ang]


11.02 | 0 komentar | Read More

Disdikpora Sumbang Hewan Kurban Terbanyak di KBB

INILAH.COM, Ngamprah - Bupati Bandung Barat mewakili Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) menerima titipan 467 ekor kambing dan 12 ekor sapi sebagai hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1433 H. Hewan kurban tersebut disebar ke beberapa pondok pesantren, DKM Masjid Jami, Majelis Ta'lim, MUI Desa dan Kecamatan untuk diberikan kepada yang berhak.

Menurut keterangan dari Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag-Kesra) Ade Wahidin, hewan kurban diperoleh dari SKPD-SKPD yang ada di Pemda KBB. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) KBB menyumbangkan hewan kurban paling banyak. Dari 467 ekor kambing Disidikpora KBB menyumbang 50 ekor kambing.

"Dinas Pendidikan menyumbang paling banyak. Bupati diberikan amanat untuk disalurkan ke penerima yang sebelumnya sudah mengajukan ke Pemkab Bandung Barat," kata Ade saat ditemui di Ponpes Darulfallah Kecamatan Cihampelas KBB, Jumat (26/10/2012).

Selain itu, Ade mengatakan kegiatan yang memasuki tahun ketiga ini mengalami peningkatan sekitar 10% dari peringatan Idul Adha tahun sebelumnya. "Sejak dimulai tahun 2008, selalu terjadi peningkatan jumlah hewan kurban. Dapat diartikan ada kenaikan tingkat kesadaran PNS untuk berkurban," ujar Ade.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Bandung Barat Abubakar menuturkan perayaan Idul Adha merupakan sebuah pembelajaran moral untuk menggugah tauhid dan solidaritas terhadap sesama yang akan menumbuhan sikap optimis serta semangat dalam bekerja, bersikap dan berprilaku. Sehingga keberadaan kita dapat dirasakan manfaatnya oleh orang lain.

"Dengan demikian diharapkan akan tumbuh pula sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan memiliki kepedulian yang lebih baik terhadap sesama menuju terciptanya masyarakat yang cerdas, rasional, maju, agamis dan sehat sebagaimana yang diharapkan selama ini," ujar Abubakar.

Pada kesempatan itu, Abubakar mengajak segenap masyarakat KBB untuk bersatu padu dalam mendukung dan mensukseskan berbagai program pembangunan bersama seluruh stakeholder terkait, tentu saja dengan segala dinamika yang terjadi didalamnya.

Ia juga memaknai peringatan hari raya agar masyarakat selalu taat kepada para pemimpinnya selama pemimpin tersebut berjalan diatas jalan kemaslahatan dan tidak menjerumuskan.

"Sebagaimana yang diajarkan oleh agama Islam agar seluruh umat senantiasa mencontoh dan menteladani rosululloh Muhammad SAW," terangnya.

Setelah melaksanakan salat sunat Idul Adha, Abubakar didampingi seluruh jajaran pemerintahannya turut menyaksikan prosesi penyembelihan hewan kurban yang dititipkan Pemda KBB untuk diberikan kepada masyarakat yang lebih berhak dan membutuhkan.[ang]


11.02 | 0 komentar | Read More

Hadapi Pilbup, PPP Sumedang Gelar Apel Siaga

INILAH, Sumedang - DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kab Sumedang hari ini, Sabtu (27/10/2012) menggelar apel siaga jelang pemilihan bupati (pilbup) 2013.

Apel yang dilaksanakan di Alun-alun Sumedang ini merupakan upacara persiapan yang diikuti oleh seluruh kader PPP untuk pemenangan Endang Sukandar, Ketua Dewan Pertimbangan PPP yang diusung menjadi calon bupati dari partai ini.

"Apel siaga ini digelar menjelang pilbup Sumedang 2012 dalam rangka pemenangan Endang Sukandar," kata Ilmawan Muhammad, Ketua Panitia Apel Siaga PPP, Sabtu (27/10/2012).

Apel dihadiri 3500 peserta yang terdiri dari seluruh kader PPP juga undangan. Ketua DPD PPP Jawa Barat Rachmat Yasin juga hadir dalam acara ini.

Menurut Ilmawan, menjelang proses pendaftaran peserta pilbup dari parpol pada awal November nanti, PPP merapatkan barisan untuk mendukung Endang Sukandar menjadi calon bupati Sumedang 2013-2018. Seluruh kader harus siap memenangkan anggota DPR RI ini menuju posisi Sumedang 1.

"Dalam apel siaga ini, secara resmi PPP menyatakan sikap politiknya yaitu akan mengusung Endang Sukandar menjadi calon bupati," tandas Ilmawan.

Namun, kata Ilmawan lagi, tidak ada deklarasi pengusungan pasangan bupati dan calon bupati.

"Kalau deklarasi kan harus satu paket yaitu bupati dan wakilnya, tapi kami belum mendekalarasikan hal itu, nanti saja dilihat ketika pendaftaran tiba," kata Ilmawan.

PPP yang mempunyai enam kursi di DPRD Sumedang harus berkoalisi dengan partai lain sehingga dapat mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati. Hingga kini belum ada calon wakil bupati yang benar-benar akan dipasangkan dengan Endang Sukandar.[ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

Pemprov Bagi Obat Cacing Rp3 M untuk Hewan Kurban

Written By Unknown on Jumat, 26 Oktober 2012 | 11.02

INILAH.COM, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memastikan bahwa hewan kurban yang dijual di wilayah Jabar adalah hewan yang layak dikurbankan dan sehat.

"Insya Allah, hewan kurban saat ini lebih sehat dibandingkan tahun lalu karena Pemprov Jabar sendiri telah membagikan obat cacing senilai lebih dari Rp3 miliar untuk hewan kurban yang ada di Jabar," kata Heryawan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari dinas terkait, kata dia, jumlah warga yang membeli hewan kurban mencapai lebih dari empat juta orang atau sepuluh persen dari jumlah warga Provinsi Jabar.

"Kita menjamin hewan kurban tahun ini lebih dari cukup karena jumlah sapi yang siap dikurbankan yang berhasil didata mencapai lebih dari 50 ribu ekor dan domba atau kambing hingga jutaan ekor," katanya.[ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

Bangun MRT di Kota Bandung Butuh 3 hingga 4 Tahun

INILAH.COM, Bandung - Presiden Direktur Panghegar Grup Cecep Rukmana mengatakan pembangunan mass rapid transit (MRT) akan memakan waktu selama 3 hingga 4 tahun ke depan.

"Yang paling lama pembangunan strukturnya, untuk sementara kita bangun rute Dago Bengkok sampai Pasirluyu, Buah Batu dulu. Mungkin ke depannya bisa disinergikan dengan rute lainnya," kata Cecep di sela-sela pertemuan membahas MRT bersama Wali Kota Bandung dan tim teknis dari China, Kamis (25/10/2012).

Cecep pun meminta secara langsung kepada Wali Kota agar dinas-dinas terkait bisa kooperatif dalam memberikan data dan informasi yang diperlukan. "Kami pun koordinasi dengan provinsi, karena mereka membuat moda transportasi yang sinergis yang menghubungkan Soreang dan tempat-tempat lainnya," ucap Cecep.

Dia mengatakan untuk sekali jalan MRT ini akan melayani sekitar 60-100 orang per gerbongnya. "Dan rencananya menempatkan 6 gerbong sekali jalan," paparnya.

Disinggung soal tarif, Cecep akan melakukan kajian terlebih dahulu. "Tarif secara ekonomi kita sesuaikan dengan daya beli masyarakat dan ini bisa menjadi salah satu solusi pemecah kemacetan di Kota Bandung," tegas Cecep.

Menurutnya, perusahaan yang akan membangun MRT di Kota Bandung ini sebelumnya sudah membangun MRT di Chongging, Cina. "Bahkan tersinergikan dengan bandara serta tempat-tempat publik lainnya," papar Cecep.[jul]


11.02 | 0 komentar | Read More

DPRD Diminta Rekomendasikan Penghapusan BPJS-SJSN

INILAH.COM, Sumedang - DPRD Sumedang diminta untuk segera memberikan rekomendasi kepada pemerintah pusat untuk menghapus Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan Sistem Jaminan Sosial Nasional yang termuat dalam undang-undang.

Permintaan ini disampaikan dalam sebuah aksi dan audensi Serikat Pekerja Nasional (SPN) Sumedang di DPRD Sumedang, Kamis (25/10/2012).

"Para buruh ini ingin agar ada revisi atau dihapus saja Undang-undang yang memuat BPJS dan SJSN karena penerapannya ternyata telah menyengsarakan buruh," kata Ketua Komisi C DPRD Sumedang Rahmat Juliadi, Kamis (25/10/2012).

Dalam undang-undang ini, katanya, disebutkan buruh wajib membayar iuran sebesar Rp27 ribu/bulan. SPN juga memprotes bagian dari undang-undang ini karena para buruh juga dibebani iuran sebesar 2 persen dari upah bulanan untuk jaminan kesehatan.

Ketua SPN Dedi Sudrajat membenarkan hal ini. Menurutnya, undang-undang BPJS adalah bentuk penghianatan terhadap rakyat buruh. Peraturan ini menghapus hak rakyat miskin dan keluarganya yang telah dijamin jamkesmas serta jamkesda, dengan mewajibkan buruh menjadi peserta BPJS-SJSN dengan status penerima bantuan iuran.

"Padahal kami juga adalah bagian dari masyarakat miskin yang justru harus dijamin, kenapa harus ada bentuk iuran segala, jadi ini sebenarnya telah memberatkan kami para kaum buruh," kata Dedi.

Namun SPN menyadari bahwa keputusan ini ada di tangan pemerintah pusat. Pemerintahan di kabupaten sama sekali tak bisa memutuskan apapun. Oleh karenanya, DPRD diminta saat itu juga membuat rekomendasi kepada pemerintah pusat untuk merevisi BPJS dan SJSN.

Rekomendasi tersebut, lanjut Dedi, akan menjadi bekal bagi SPN Sumedang untuk meneruskan aksinya di Jakarta yang akan ditujukan kepada pemerintahan pusat.

"Aksi ini memang dilakukan serempak oleh buruh di kota dan kabupaten lain, yang tujuannya meminta rekomendasi DPRD untuk merevisi BPJS dan SJSN, nanti buruh di seluruh Indonesia akan beraksi di Jakarta dengan berbekal surat rekomendasi dari seluruh pemerintahan kabupaten dan kota," kata Dedi.[jul]


11.02 | 0 komentar | Read More

Pangandaran Lepas, Ciamis Kehilangan PAD Rp18 M

INILAH.COM, Ciamis - Dengan diresmikannyan Pangandaran jadi Daerah Otonom Baru (DOB), Kabupaten Ciamis kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar 18 Miliar.

"Dengan Pangandaran lepas dari Kabupaten Ciamis, sudah dipastikan Pendapatan Asli Daerah Ciamis berkurang. Berdasarkan perhitungan, PAD Ciamis hilang sekitar Rp18 miliar," kata Bupati Ciamis Engkon Komara kepada wartawan, Kamis (25/10/2012).

Engkon mengatakan Ciamis sebagai kabupaten induk harus memberikan hak-hak atas aset yang ada di 10 Kecamatan yang masuk ke wilayah kabupaten baru. "Selain aset yang bergerak dan tidak bergerak, mulai dari infrastruktur kantor, kendaraan, serta personel untuk melayani masyarakat Pangandaran," ucapnya.

"Insya Allah kesejahteraan masyarakat daerah baru akan tercapai, karena sebagai daerah induk juga akan lebih fokus memperhatikan daerah otonomi baru," tambahnya.

Engkon mengaku sebelumnya lebih berat karena wilayah Kabupaten Ciamis cukup luas dengan 36 Kecamatan. "Dengan pisahnya ke 10 kecamatan di Ciamis selatan itu sangat meringankan beban kami, dan Ciamis memang terbilang daerah yang sangat luas," keluh Engkon.

"Untuk personel di kabupaten baru, kami akan mengirimkan sekitar 4.600 Pegawai Negri Sipil (PNS) untuk memberikan pelayanan di 10 kecamatan tersebut, 10 dinas dengan 16 eleson dua yang secara normatif akan dicari orang-orang berkemampuan dan senioritas. Terutama untuk para penjabatnya harus orang yang sudah layak menempati posisi-posisi di daerah baru, sesuai kepangkatannya," jelasnya.

Selain penugasan langsung bagi jabatan tertentu, kata Engkon, pihaknya juga secara manusiawi akan menawarkan kepada mereka yang berdomisili di kabupaten baru (Pangandaran).

" Hal tersebut dilakukan jangan sampai salah menempatkan orang. Bisa saja masih ada orang selatan yang keberatan karena masih ditempatkan di Ciamis padahal mereka ingin bertugas di daerahnya sendiri (Pangandaran)," katanya.[jul]


11.02 | 0 komentar | Read More

Malam Ini, 350 Warga Pangandaran ke Jakarta

Written By Unknown on Kamis, 25 Oktober 2012 | 11.02

INILAH.COM, Pangandaran - Sekitar 350 orang masyarakat Pangandaran dan tokoh masyarakat berencana akan berangkat ke Jakarta, Rabu (24/10/2012) sekitar pukul 19.00 WIB.

Ketua Presidium Pembentukan Kabupaten Pangandaran, H Supratman mengatakan, keberangkatan ke-350 orang tersebut untuk menghadiri rapat paripurna di gedung Komisi II DPR RI Kamis (25/10/2012) besok,

"Nanti malam kami bersama masyarakat lainnya akan berangkat ke Jakarta. Besok (Kamis, 25/10/2012) kami ingin menghadiri rapat paripurna pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU)," ujar Supratman kepada wartawan di Kantor Kecamatan Padaherang, Rabu (24/10/2012).

Supratman menambahkan, pihaknya telah memperjuangkan terbentuknya Kabupaten Pangandaran kurang lebih selama 8 tahun. Rapat paripurna DPR RI pada Kamis (25/10/2012) esok hari, akan menjadi tonggak sejarah bagi terbentuknya Kabupaten Pangandaran.

Sebelum berangkat ke Jakarta, lanjutnya, pihaknya menyempatkan diri mengunjungi beberapa kantor Kecamatan untuk meminta doa, agar rapat paripurna DPR RI menghasilkan keputusan sesuai harapan.[ang]


11.02 | 0 komentar | Read More

Sawah Kering, Petani Diimbau Tanam Tanaman MPTS

INILAH.COM, Saguling - Terkait keringnya ribuan hektare sawah tadah hujan di wilayah Kecamatan Saguling Kabupaten Bandung Barat (KBB) akibat kemarau panjang, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanhutbun) KBB menyebut kawasan tersebut sudah masuk lahan kritis tingkat sedang.

"Sebagai upaya menanggulangi lahan kritis, kami akan melakukan penanaman pohon. Upaya tersebut dilakukan masing-masing 25 hektare pada setiap desa," kata Kadistanhutbun KBB Ida Nurhamida saat ditemui usai peresmian pembangunan Puskesmas Saguling di Kecamatan Saguling KBB, Rabu (24/10/2012).

Untuk itu, dia menyarankan seluruh petani yang mencari nafkah di kecamatan tersebut, agar beralih menanam tanaman holtikultura pada saat musim kemarau. Seperti tanaman jenis multipurpose tree species (MPTS).

Dijelaskan Ida, MPTS merupakan jenis tanaman yang mampu menyimpan persediaan air dalam akar dan sangat cocok untuk ditanam pada saat musim kemarau atau tanah yang kondisinya kering. Contoh tanaman MPTS, kata dia, yaitu pohon sirsak dan alpukat.[ang]


11.02 | 0 komentar | Read More

Buruknya Moralitas Anggota DPR RI

INILAH.COM, Bandung - Sidang Paripurna DPR menyetujui alokasi belanja negara sebesar Rp1.683,01 triliun untuk tahun anggaran 2013. Ada kenaikan lebih dari Rp140 triliun dibanding APBN 2012. Banyak yang mengapresiasinya sebagai APBN yang elok. Apalagi ditambah proyeksi pertumbuhan ekonomi 6,8%, jauh di atas rata-rata angka dunia yang diperkirakan cuma bergerak di kisaran 3-4%.

Dengan kenaikan tersebut, belanja di hampir semua sektor ikut terdongkrak. Belanja barang dialokasikan Rp166,98 triliun, belanja modal Rp216,05 triliun, dan belanja pegawai Rp241,12 triliun. Pembiayaan infrastruktur menjadi Rp213 triliun dan anggaran pendidikan naik menjadi Rp336,85 triliun atau 20,1% dari total APBN 2013.

Yang tidak elok dan patut dikritik adalah bagaimana sidang paripurna Selasa (23/10) itu berlangsung. Khususnya yang menyangkut tingkat kehadiran para anggota Dewan Yang Terhormat. Ketika dibuka, Wakil Ketua DPR Anis Matta sebagai pemimpin sidang mengumumkan sebanyak 373 anggota hadir.

Jadi, dari total 560 anggota DPR, hanya 187 yang absen. Artinya, dengan tingkat kehadiran tersebut sidang bisa dilanjutkan karena melampaui batas minimum kuorum 2/3 dari jumlah anggota. Namun, selang satu jam kemudian, semakin banyak kursi ditinggalkan pemiliknya. Di penghujung acara, tercatat ada 260 kursi kosong. Parah?

Yang lebih parah lagi, di antara yang hadir sampai akhir pun tidak semuanya menyimak apa yang dibahas dalam sidang paripurna tersebut. Ada yang tertangkap kamera wartawan sedang asyik main game dengan menggunakan smartphone-nya.

Kelakuan seperti itu bisa saja dikategorikan sebagai perbuatan menjatuhkan martabat Dewan di mata rakyat. Di beberapa negara maju, tindakan tersebut bisa dikenai delik contempt of parliament. Sanksi hukumnya berupa denda ribuan dolar dan kurungan penjara sampai enam bulan. Bahkan di Australia, misalnya, anggota parlemen yang kedapatan menggunakan mobil dinas untuk keperluan nondinas juga bisa kena pasal penghinaan terhadap parlemen.

Indonesia tidak punya UU yang secara spesifik mengatur contempt of parliament. Apalagi yang ditujukan terhadap para anggota DPR. Pasal 30 UU No 22 Tahun 2003, misalnya, hanya mengatur tentang kewajiban para pihak (pejabat negara, pejabat pemerintah, badan hukum, dan masyarakat) untuk memenuhi panggilan DPR untuk memberikan keterangan tentang suatu hal yang sedang ditangani oleh DPR.

Namun, jangan mentang-mentang karena tidak ada UU yang mengaturnya, lantas anggota DPR boleh berbuat yang tidak sepatutnya. Ini persoalan etika, moralitas, dan mentalitas. Oleh karena itu, tidak harus selalu diatur dengan UU. Tahu dirilah. Rakyat membayar mahal untuk kehormatan dan martabat DPR sebagai lembaga yang mencerminkan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan di negeri tercinta ini.[ang]

*Tulisan Fokus Inilah Koran, Kamis (25/10/2012)


11.02 | 0 komentar | Read More

Verifikasi Cawalkot Cirebon Diundur Satu Hari

INILAH.COM, Cirebon- Berita acara verifikasi administrasi dan faktual dukungan bakal calon walikota dan wakil walikota Cirebon jalur perseorangan tertunda. Selain karena mayoritas anggota Petugas Pemungutas Suara (PPS) beragama Islam, pengunduran jadwal juga karena Hari Raya Idul Adha.

Rencananya verifikasi akan dilakukan Jumat (26/10) besok. Namun karena berketepatan Hari Raya Idul Adha, maka agenda tersebut diundur Sabtu (27/10) pagi.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon, Dita Hudayani mengatakan, pihaknya wajib menghargai Hari Raya karena mayoritas panitia dan anggota PPS beragama Islam.

"Hanya 1 agenda saja yang tertunda. Dengan 1 saja keterlambatannya, tidak akan mengubah agenda yang lainnya," katanya Kamis (25/10) pagi.

Dikatakannya, penundaan satu agenda itu diatur dan diberitahukan melalui surat edaran.

"Kami mengeluarkan surat edaran dengan nomor, 409/KPU Kota-011329166/X/2012, tentang perubahan jadwal tahapan kegiatan penetapan berita acara PPP, tertanggal 23 Oktober 2012," tukasnya.[ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

Jabar-DKI-Banten Berkolaborasi di Jabodetabekjur

Written By Unknown on Rabu, 24 Oktober 2012 | 11.02

INILAH.COM, Bandung - Tiga pemerintah provinsi, yakni Jabar, Banten dan DKI Jakarta melakukan perjanjian kerja sama pembangunan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Cianjur (Jabodetabekjur).

Ketiganya bersepakat untuk menyelesaikan permasalahan transportasi, kesenjangan kesejahteraan, kesehatan, dan pendidikan di wilayah perbatasan.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan sejumlah permasalahan muncul di wilayah perbatasan akibat pertumbuhan DKI Jakarta. Permasalahan tersebut diharapkan teratasi melalui koordinasi tiga provinsi yakni Jabar-Banten-DKI Jakarta melalui Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) Jabodetabekjur.

"Kerja sama tiga provinsi ini bertujuan untuk menyatukan pemikiran melalui BKSP agar pembangunan bisa lebih bermanfaat khususnya bagi wilayah perbatasan," ujarnya pada sela-sela acara Rapat Paripurna BKSP Jabodetabekjur di Grand Royal Panghegar, Kota Bandung, Selasa (23/10/2012).

Dia menjelaskan ketiga provinsi bersepakat melakukan kerja sama yang tertuang dalam empat naskah. Naskah tersebut, yakni rencana pembangunan bus way koridor Bekasi-DKI Jakarta, peningkatan kesejahteraan sosial, peningkatan kualitas pendidikan serta pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan.

Dia menilai pembangunan sektor transportasi yang menghubungkan Jabar-DKI Jakarta sangat penting mengingat arus migrasi masyarakat dari Jabar ke Jakarta mencapai 2,4 juta penduduk/hari. Fakta tersebut perlu diselesaikan melalui pengadaan moda transportasi massal.

Selain itu, katanya, permasalah kesehatan, kesejateraan, dan pendidikan di wilayah perbatasan muncul karena wilayah tersebut kurang diperhatikan. Padahal wilayah perbatasan merupakan daerah penunjang pembangunan di DKI Jakarta.

Meski begitu, katanya, koordinasi ketiga provinsi kurang berjalan lancar. Karena itu, perlu adanya campur tangan pemerintah pusat untuk memimpin BKSP.

"Manufaktur adanya di Jabar dan Banten tapi karena kantor pusatnya di Jakarta sehingga pajaknya masuk kesana. Hal tersebut kurang adil seharusnya ada sharing pendapatan dan pembiayaan agar pembangunan bisa lebih merata," kata Heryawan.

Menurutnya, realisasi dari BKSP juga sering molor mengingat tidak adanya target waktu program yang dicanangkan. Padahal, target waktu dinilai penting demi percepatan pembangunan. "Sebagai contoh pembangunan Tol Cisumdawu yang molor dari 2005 hingga 2010. Penguluran waktu tersebut berdampak terhadap kenaikan harga tanah," ucap Heryawan.

Di tempat yang sama, Sekda provinsi DKI Fajar Panjaitan menyatakan masukan dari rapat paripurna BKSP akan segera disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta Jokowi. Salah satu hasil rapat dinilai paling menarik adalah gagasan konsep Megapolitan Jabar-Banten-DKI Jakarta. "Kami terbuka dengan segala masukan hasil rapat karena ini semua demi pembangunan di tiga provinsi," pungkasnya.[jul]


11.02 | 0 komentar | Read More

Kabupaten Pangandaran Diresmikan 9 Bulan Lagi

INILAH.COM, Pangandaran - Rancangan undang-undang (RUU) Pembentukan Kabupaten Pangandaran akan disahkan Kamis (25/10/2012) besok. Namun Kabupaten Pangandaran baru akan diresmikan 9 bulan sejak pengesahan bulan Oktober ini.

Sebelumnya, Senin (22/10/2012) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Kementerian Dalam Negeri sudah menyepakati RUU (Rancangan Undang-undang) pembentukan Kabupaten Pangandaran dan 4 daerah lainnya di Indonesia.

Rencananya, pengesahan RUU tersebut menjadi Undang-undang akan diketok palu pada sidang Paripurna DPR RI Besok Kamis 25 Oktober 2012.

Ketua Komisi II DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa yang juga wakil dari Daerah Pemilihan (Dapil) Ciamis, Banjar dan Kuningan, meski 25 Oktober besok RUU Pembentukan Kabupaten Pangandaran disahkan, namun tidak serta merta langsung diresmikan.

"Resmi jadi memisahkan diri dari Ciamis itu harus menunggu 9 bulan terhitung dari waktu pengesahan RUU, hal itu untuk mempersiapkan seluruh perangkat pemerintahan di kabupaten baru," tuturnya.

"Jadi peresmian Kabupaten Pangandaran akan dilakukan pada bulan Juni 2013 mendatang. Ketika sudah diresmikan, nanti akan dipimpin oleh Pejabat Bupati," terang Agun.

Dijelaskan Agun, ketika Kabupaten Pangandaran terbentuk, tidak langsung memilih Bupati, tetapi ditunjuk pejabat Bupati sementara. Sedangkan DPRD baru akan dibentuk setelah Pemilu 2014 dan pemilihan kepala daerah setahun kemudian.

"Ada masa tiga tahun persiapan, untuk memilih kepala daerah yang baru, " katanya.

Dalam undang-undang pembentukan daerah otonom baru pun, lanjutnya, diperinci secara jelas dana operasional dan bantuan dana untuk menghadapi Pilkada pertama. " Dulu ada perjanjian lisan, sekarang ada hitam di atas putih," tegasnya.[ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

Wah, Tenaga Kerja di Hotel-Restoran Salahi Aturan

INILAH,Bandung- Anggota komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung Yosef Saeful Akbar mengatakan tenaga kerja bidang pariwisata di Kota Bandung, terutama hotel dan restoran, menyalahi aturan ketenagakerjaan.

Dua tahun terakhir itu, terjadinya tren tenaga kerja dibayar per hari padahal mengerjakan tugas produksi.

Menurut Yosef Saeful Akbar, praktik-praktik itu jika dibiarkan akan membahayakan kondisi ketenagakerjaan dan mengurangi hak-hak pekerja di Kota Bandung.

"Nyaris semua hotel di Kota Bandung melakukan itu. Misalnya upah pelayan atau petugas di restoran dibayar per hari Rp 40.000, tapi mengerjakan pekerjaan setiap hari seperti karyawan tetap, itu jelas melanggar," ucap Yosef, ditemui di Gedung DPRD Kota Bandung, Selasa (23/10/2012).

Menurut dia, hal itu sangat bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan yang berlaku saat ini.

"Praktik itu lebih merugikan daripada outsourcing, outsourcing itu lebih jelas dalam pengaturannya. Kalau ini, pekerja bisa diberhentikan kapan saja dan tidak menerima hak-hak yang seharusnya," kata Yosef.

Selain itu, kata Yosef praktik ketenagakerjaan semacam itu, melemahkan hak pekerja yang seharusnya didapatkan. Seperti uang tips, Jamsostek, cuti, dan lain-lain.

"Kalau dikalkulasikan, upah yang diterima dalam satu bulan melebihi UMK, tetapi dengan sistem kerja seperti itu tidak ada hak yang didapat," ujarnya.

Yosef pun menegaskan, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung harus turun tangan untuk mengatasi persoalan ini. Tenaga pengawas di lapangan juga harus diperbanyak untuk lebih intens mengawasi perusahaan-perusahaan yang tidak menjalankan usahanya sesuai koridor.

"Pengawas dari Disnaker jika bekerja setiap hari ke beberapa perusahaan dalam setahun seharusnya seluruh perusahaan di Kota Bandung yang mencapai 6.000 unit sudah diawasi," kata Yosef.

Anggota Komisi D DPRD Kota Bandung lainnya, Denny Rudiana mengatakan, praktik seperti itu terjadi karena persaingan tidak sehat di industri pariwisata. Sehingga berdampak pemenuhan kebutuhan tenaga kerja yang murah.

"Jumlah hotel dan restoran terlalu banyak, mereka bersaing terlalu berat," ucapnya.

Dampaknya, hotel-hotel tingkat menengah dan kecil banyak yang kolaps. Banyak yang tidak mampu mengikuti arus bisnis hotel-hotel besar yang menurunkan harga.

Denny menyebutkan, mekanisme kerja tersebut bahkan tidak tertuang dalam UU Ketenagakerjaan.

"Di dalam undang-undang, hanya tertera dua jenis yaitu karyawan tetap dan outsourcing, yang ada di hotel-hotel di Kota Bandung ini bahkan tidak ada dalam UU Ketenagakerjaan," katanya seraya mengimbau Disnaker cepat bertindak untuk mengantisipasi praktik lain yang lebih merugikan pekerja.

Kepala Disnaker Kota Bandung Kamalia Purbani mengakui, belum mengetahui lebih detail mengenai praktik semacam itu.

"Nanti saya pelajari ke bidang pengawasan, apakah mereka sudah mendapatkan laporan mengenai hal itu," ucap Kamalia, ketika dihubungi.

Menurut dia, hanya ada lima bidang pekerjaan yang diperbolehkan untuk dilakukan outsourcing, yaitu security, customer service, catering, pengemudi, dan tenaga pertambangan.

Dia menuturkan, saat ini hanya ada 13 tenaga pengawas di Kota Bandung yang bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap sekitar 5.800 perusahaan di Kota Bandung.

"Nanti dievaluasi, apakah mereka sudah maksimal melakukan pengawasan di lapangan atau belum," katanya. [ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

160 Desa di Subang akan Gelar Pilkades

INILAH.COM, Subang - Sebanyak 160 desa yang ada di Kabupaten Subang, secara maraton akan mengelar pemilihan kepala desa (pilkades). Kegiatan pilkades tersebut mulai bulan Juni sampai bulan Desember 2012.

Adapun untuk mengantisipasi terjadinya sengketa pilkades dan hal-hal lain yang tidak diinginkan, para panitia diimbau berpegang pada Perda no 18 tahun 2006 tentang pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian kepala Desa.

"Kalau gesekan dalam pilkades biasanya ada, sebab itu berhubungan dengan kepentingan.namun kalau panitianya berpegan teguh pada perda yang telah ditetapkan hal-hal yang tidak diinginkan tidak akan terjadi," ujar Anggota DPRD Komisi A, Oom Abdul Rohman,Selasa (24/10/2012).

Meskipun demikian, tutur Oom, DPRD khususnya komisi A terus melakukan pemantau di beberapa desa yang telah menyelengarakan pilkades." Monitoring pilkades terus kami lakukan,seperti halnya telah kami lakukan di beberapa desa yang telah melaksanakan pilkades," tuturnya.

Berdasarkan data yang dimilikanya, Oom mengatakan, dari jumlah 253 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Subang, sedikitnya tahun ini ada 160 desa secara berurutan akan mengelar pilkades.

Oom menambahkan dengan digelar pilkades di beberapa desa tersebut, diharapkan menjadi titik awal perubahan kabupaten Subang yang lebih maju." Saya berharap pikades bisa aman dan tertib, sebab rakyat berharap dengan pelaksanan pilkades tersbut bisa terjadi perubahan," pungkasnya.[ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

Pengamat: Teten Masduki Bisa Jadi Cagub Alternatif

Written By Unknown on Selasa, 23 Oktober 2012 | 11.02

INILAH.COM, Bandung - Saat ini, sejumlah partai telah mengumumkan calon gubernur yang diusung pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013. Namun calon yang dimajukan belum memberikan harapan sehingga diperlukan figur alternatif.

Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Parahyangan Asep Warlan Yusuf usai diskusi 'Meneropong Peta Politik Jabar Menghadapi Pilgub Jabar 2013' di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Bandung, Senin (22/10/2012).

"Dari tiga calon yang ada, ada calon alternatif yang bisa dimajukan yakni aktivis antikorupsi Teten Masduki. Memang harapan untuk menang tidak, tetapi sebagai cagub alternatif iya. Pokoknya publik Jabar tidak disuguhi calon yang itu-itu lagi. Dan kita tahu karya dan produktivitas Teten," kata Asep.

Menurut Asep, cara Teten Masduki masuk pada bursa Pilgub Jabar pun cukup menarik. Dia diapresiasi dan disambut positif seniman, budayawan, dan anak jalanan yang kurang dilirik politisi.

"Begitu masuk, Teten secara tegas mengusung isu perubahan. Artinya dia memiliki program yang ditawarkan dan sesuatu kepada masyarakat. Tantangan berat Teten hanya faktor modal untuk kampanye," jelasnya.[jul]


11.02 | 0 komentar | Read More

Bukan Ngintip, Golkar Sedang Kalkulasi Politik

INILAH.COM, Bandung - Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Pulihono membantah partainya belum mengumumkan pendamping Calon Gubernur Irianto MS Syafiuddin alias Yance karena sedang mengintip kekuatan kompetitor.

Saat ini Partai Beringin hanya menjalankan kalkulasi politik untuk memenangkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013.

"Nggak begitu. Bukan saling mengintip. Ini bagian kalkulasi politik untuk menentukan langkah-langkah pemenangan," jelas Pulihono usai diskusi 'Meneropong Peta Politik Jabar Menghadapi Pilgub Jabar 2013' di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Bandung, Senin (22/10/2012).

Dia menyatakan DPP sudah menyerahkan soal pendamping kepada Yance tetapi dengan melakukan konsultasi ke DPP. Kalau sampai sekarang belum diumumkan nama pendamping karena partai harus memilih figur yang mencerminkan citra kandidat yang diusung.

"Soal wakil butuh pertimbangan politik. Jangan disamakan calon dari parpol dengan independen yang sudah punya deal politik dari awal," tuturnya.

Soal penetapan Yance, Pulihono pun membantah penetapan Yance berlangsung tidak demokratis. Partai melakukan hasil survei internal dan eksternal untuk mengetahui kekuatan kompetitor dan posisi kader.

"Kalau menemukan kader yang dianggap cukup, dia akan dimajukan di Pilgub. Dan ternyata memang Pak Yance yang bagus," pungkasnya.[jul]


11.02 | 0 komentar | Read More

DPC Nilai Musda Demokrat Jabar Dagelan

INILAH.COM, Jakarta- Sejumlah DPC Partai Demokrat menilai pelaksanaan musyawarah daerah Demokrat Jawa Barat tidak lagi demokratis, serta tidak mencerminkan prinsip politik yang santun.

Penilaian itu disampaikan Ketua DPC PD Kota Depok Agung Witjaksono dan Ketua DPC PD Kota Bekasi Andi Zabidi di Jakarta, Selasa, menanggapi terkatung-katungnya agenda Musda itu.

"Ditunda dengan alasan yang tidak jelas maka saya menyebut ini musda dagelan. Pihak DPP yang bertugas tidak serius menjalankan musda. Sejak awal kita lihat musda tidak berjalan sebagaimana mestinya," kata Agung Witjaksono.

Dia juga menuturkan bahwa rapat musda tersebut tidak lagi mencerminkan prinsip politik santun dan cerdas yang diajarkan Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono.

Musda itu pada Senin malam (22/10) ditunda dan diumumkan akan dilanjutkan kembali pada Selasa (23/10) pukul 09.00 WIB akibat tidak hadirnya unsur DPP yang memimpin rapat dan sebagian pengurus partai dari salah satu kandidat tidak terlihat di ruang rapat.

Menurut Agung, kalau mengacu kepada tata tertib, musda dapat dilanjutkan karena yang hadir 15 dari 26 peserta. Artinya sudah lebih dari setengah.

"Jadi ini bisa disebut musda dagelan karena tata tertib tidak dijalankan secara konsisten. Saya melihat unsur DPP yang bertugas melaksanakan musda menunjukkan proses demokrasi yang rendah kualitasnya," ujar Agung.

Ditegaskannya pula bahwa musda PD Jawa Barat adalah yang terlama persiapannya, hampir dua tahun, tapi kejadian penundaan tanpa alasan jelas ini menjadi suatu kemunduran.

"Ini sangat berbeda dengan apa yang selalu diajarkan Ketua Dewan Pembina Pak SBY. Ini pertunjukan demokrasi yang rendah kualitasnya. Terkesan dipaksakan dan ditunda tanpa alasan," lanjut Agung.[ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

Musda Demokrat Jabar, Irfan-Iwan Menguat

INILAH.COM, Jakarta- Sejumlah DPC Partai Demokrat menilai pelaksanaan musyawarah daerah Demokrat Jawa Barat tidak lagi demokratis, serta tidak mencerminkan prinsip politik yang santun.

Berdasarkan perkembangan terakhir, Irfan Suryanagara yang merupakan Ketua DPRD Jawa Barat dan Iwan Sulandjana Ketua DPD Jawa Barat adalah dua kandidat kuat yang bertarung.

Musda Partai Demokrat di buka oleh Sekjen PD Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Senin siang (22/10), di Sentul International Convention Centre (SICC) Sentul, Bogor.

Setelah dibuka, rencananya rapat dilanjutkan pada pukul 19.00 WIB dengan agenda pertama pemilihan pimpinan sidang. Rapat itu seharusnya dipimpin langsung oleh unsur DPP PD. Lalu dilanjutkan dengan agenda kedua pengesahan tata tertib.

Namun, hingga hampir pukul 23.00 WIB belum ada tanda-tanda rapat akan dilanjutkan hingga terdengar pengumuman dilanjutkan Selasa pagi.

Ketua DPC PD Kota Bekasi Andi Zabidi menyampaikan kekecewaan akibat musda yang dinilainya tak demokratis itu.

"Saya sebagai peserta menyesalkan aturan tidak dijalankan sebagaimana mestinya di musda ini. Tidak ada penjelasan panitia dan tidak ada pimpinan sidang di tempat padahal peserta sudah memenuhi kuorum. Suasananya jadi tidak demokratis," kata Andi Zabidi.

Andi juga menyayangkan adanya indikasi musyawarah di luar musda itu. Musda PD Jabar telah tercoreng dengan adanya pembicaraan-pembicaraan untuk mengambil keputusan di luar rapat.[ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

Deklarasi Cagub Golkar Awal November di Gasibu

Written By Unknown on Senin, 22 Oktober 2012 | 11.02

INILAH, Bandung - Partai Golkar akan menggelar deklarasi Irianto MS Syafiuddin alias Yance sebagai calon gubernur Jabar pada awal November 2012 di Lapangan Gasibu Jalan Diponegoro Kota Bandung.

Diperkirakan, deklarasi tersebut sekaligus memastikan calon wakil gubernur pendamping Yance.

"Tiga nama calon wakil sudah masuk DPP dan sedang dalam proses. Nanti nama jadi akan diketahui saat deklarasi di Gasibu pada awal November ini," kata Yance saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (22/10/2012).

Yance menyatakan, deklarasi tersebut dipastikan sebelum masa pendaftaran calon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar yakni 4 November 2012.

"Pokoknya sebelum 4 November sudah ketahuan. Mungkin untuk wakil bisa ketahuan pada akhir bulan ini," tandasnya. [ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

Pelantikan Walikota Baru, Cimahi Macet

INILAH.COM, Cimahi - Ruas jalan di Cimahi dilanda kemacetan, terutama di sekitar kantor DPRD Kota Cimahi yang terletak di Jalan Djulaeha Karmita.

Gedung wakil rakyat itu akan dipakai upacara pelantikan pasangan Atty Suharti-Sudiarto sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi periode 2012-2017.

Dari pantauan INILAH.COM, kepadatan terlihat dari Jalan Amir Mahmud sebelum belokan ke gedung DPRD. Kemacetan terlihat sejak pukul 08.00 WIB.

Sedangkan, di dalam kompleks DPRD Cimahi ribuan undangan terlihat memadati ruangan dan tenda tamu undangan.

Pelantikan Atty-Sudiarto dilakukan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan itu dijawalkan dimulai pukul 10.00 WIB. [ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

Tanah Longsor Landa Sejumlah Daerah di Ciamis

INILAH.COM, Ciamis - Bencana alam tanah longsor melanda beberapa daerah di Kabupaten Ciamis. Bencana tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Cigugur dan Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis.

Bencana longsor itu akibat turunnya hujan deras yang mengguyur wilayah Ciamis dalam beberapa hari ini. Bencana tersebut selain menimbun rumah warga, beberapa ruas jalan juga tertutup timbunan material tanah dan batu akibat tebing yang longsor.

Di kecamatan Cigugur sedikitnya ada delapan rumah yang tertimpa tanah longsor, dua rumah rusak berat akibat tertimpa longsor, dan enam lainnya rusak ringan.

Camat Cigugur Rahmat mengatakan dalam beberapa hari terakhir hujan terus mengguyur sejumlah daerah.

"Selain rumah, tanah longsor juga menyebabkan jalan penghubung antar dusun Harummandala dan Ciwangkal tertutup," ujarnya saat dihubungi INILAH.COM, Minggu (21/10/2012).

"Yang sangat dibutuhkan itu alat berat untuk mengangkat timbunan tanah yang menutup jalan," tuturnya.

Menurutnya, bencana alam tanah longsor tersebut akibat kondisi tanah yang kering karena kemarau panjang.

"Di musim hujan kali ini, kami mengimbau kepada warga yang berada di bawah maupun yang di atas tebing, karena kedua lokasi tersebut merupakan berpotensi rawan longsor," ujar Rahmat.

Sementara itu, hujan lebat di Desa Cimari Kecamatan Cikoneng juga mengakibatkan tanah longsor dan menimpa dua rumah warga milik Oyon dan Mansur.

Camat Cikoneng, Rida mengharapkan warga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan," Kami berharap warga Cikoneng agar selalu waspada dan mengantisipadi terjadinya longsor susulan," singkatnya.

Sebelumnya, bencana alam tanah longsor juga terjadi dikecamatan Langkaplancar dan menimpa sekitar 30 rumah milik warga. [ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

Pilgub, Golkar Klaim Mampu Menang 1 Putaran

INILAH.COM, Sukabumi - Partai Golkar yakin bisa memenangkan Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013 dalam satu puturan.

"Kami yakin pada pilgub ini Golkar akan menang satu putaran," kata Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Irianto MS Syarifudin atau Yance di Sukabumi, Minggu.

Menurutnya, kemenangan ini sudah mulai dirasakan dilihat dari partisipan yang datang ke acara yang digelarnya bekerja sama dengan media lokal di Sukabumi dengan jumlah warga yang hadir mencapai 20 ribu orang. Namun, hal itu tidak cukup karena pihaknya masih terus akan melakukan silaturahmi dengan masyarakat langsung.

Lebih lanjut Yance mengatakan, kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan di Sukabumi saja tetapi di seluruh daerah di Jabar dan sampai saat ini simpatisan dan sukarelawan yang disebut Balad Kang Yance sudah sangat banyak.

"Kehadiran kami di Sukabumi disambut meriah oleh puluhan ribu masyarakat, ini membuat kami tambah yakin bisa memenangkan Pilgub Jabar 2013 mendatang," tambahnya.

Namun, Yance belum mengetahui partai yang akan diajak berkoalisi dan cawagub yang akan mendampingi dia nanti, karena masih menunggu keputusan dari DPP Partai Golkar.

"Saya menyerahkan semuanya kepada partai tentang mekanismenya dan kami yakin Partai Golkar akan memilih pasangan calon gubernur yang dikehendaki oleh rakyat," tambahnya.

Pada kesempatan itu juga Yance menyempatkan berbaur dengan masyarakat untuk ikut kegiatan jalan santai, menyampaikan orasi politik, dan membagikan hadiah kepada warga yang ikut kegiatan tersebut.

Sementara, Ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi Andri Hamami meminta restu kepada masyarakat untuk mendukung Yance dalam Pilgub Jabar mendatang. Menurutnya, sosok Yance yang dekat dengan masyarakat diyakini akan membawa warga Jabar bisa lebih sejahtera lagi ke depan.

"Kang Yance merupakan sosok pemimpin yang sangat ideal untuk memimpin Jabar, karena sudah bisa dilihat keberhasilannya dalam membangun Indramayu sebagai Bupati Indramayu yang sudah dua periode memimpin daerah tersebut," kata Andri yang juga calon Wali Kota Sukabumi dari Partai Golkar. [ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

Tim Satgas Temukan 208 Hewan Tak Layak Kurban

Written By Unknown on Minggu, 21 Oktober 2012 | 11.02

INILAH.COM, Bandung - Sebanyak 208 ekor hewan kurban dinyatakan tim satgas pemeriksa hewan kurban Kota Bandung tidak layak untuk kurban. Pasalnya, kondisi kesehatan dan umur hewan belum cukup.

Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Hewan (P3H) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Bandung Sudarmadji mengatakan, data tersebut dikumpulkan sejak Selasa (16/10/2012) hingga Sabtu (20/10/2012).

"Kami telah memeriksa 4.352 ekor hewan kurban, terdiri dari 1.568 ekor sapi dan 2.784 domba," ucap Sudarmadji di Balai Kota Bandung, Sabtu (20/10/2012).

Sebanyak 208 ekor hewan tak layak kurban itu terdiri dari tiga ekor sapi dan 205 ekor domba. Hewan yang dinyatakan tidak layak tidak dipasangi kalung sehat.

Tim akan terus bergerak ke seluruh penjuru Kota Bandung hingga Kamis pekan depan. Setiap tim terdiri dari enam orang, dengan total petugas sebanyak 55 orang. Tim terdiri dari petugas monitoring, petugas pemeriksa hewan kurban, petugas pengelola data, dokter hewan, dan petugas Distan Pemprov Jabar.

Pemeriksaan antemortem terhadap hewan kurban pun, kata Sudarmadji, sudah dilakukan guna memberikan pelayanan dan jaminan kualitas keamanan serta kesehatan hewan kurban kepada masyarakat Kota Bandung.

"Tim mendata asal hewan kurban, SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan), jumlah penyediaan hewan kurban, umur hewan, lokasi usaha, serta jumlah pemotongan hewan kurban," tuturnya.

Syarat sah hewan kurban sendiri diantaranya tidak cacat (misalnya pincang, buta, dan mengalami kerusakan telinga), serta cukup umur. Untuk kambing atau domba, harus berumur di atas satu tahun atau sudah tumbuh sepasang gigi tetap.[ang]


11.02 | 0 komentar | Read More

PDIP Klaim Partai Paling Populer di Jabar

INILAH, Sumedang – Ketua DPD PDIP Jabar TB Hasanuddin menyatakan pihaknya akan berjalan dengan semestinya dalam menghadapi Pilgub 2013.

"Saya memimpin biasa saja tidak ada yang istimewa, saya juga tidak bisa aneh-aneh, tapi lebih kepada menggerakan mesin partai yang sudah ada karena PDIP mempunyai platform dan ketentuan-ketentuan lainnya yang sudah ditentukan, tidak boleh dilanggar demi kemajuan partai," kata TB Hasanuddin yang juga Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI, dalam kunjungan panen raya di Sawah blok Cirendang, Dusun Cirendang, Desa Kertamukti, Kecamatan Tanjungmedar Sumedang Sabtu (20/10/2012).

Mengenai calon yang akan diusung dalam pilkada baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, TB tidak banyak berkomentar. Namun dia mengingatkanpemimpin daerah yang berkualitas hanya didapat dari penyelenggaraan pemilihan yang bersih, jujur, adil.

"Kita lihat saja nanti siapa yang akan diusung dari PDIP, sabar-sabar saja, karena harus ditentukan dengan sebaik-baiknya," katanya.

Disebutkan juga, DPD PDIP Jawa Barat akhir-akhir ini telah melakukan survey popularitas partai di wilayah provinsi. Dia mengklaim,berdasarkan survey, PDIP meraih angka tertinggi yaitu 18,8 persen, menyisihkan partai-partai lainnya.[ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

Kemiskinan, Masih Isu Sentral di Garut

INILAH.COM, Garut - Persoalan kemiskinan hingga kini masih menjadi isu sentral di Kabupaten Garut. Daerah yang sempat mendapatkan julukan Swiss van Java ini bahkan masih belum terlepas dari statusnya sebagai daerah tertinggal di Jawa Barat.

Hal itu dikemukakan Asistem Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Sujana Syafe'i, saat memberikan sambutan pada Pembukaan Konferensi Cabang Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) Kabupaten Garut di SMA Yayasan Tarbiyatul Islamiah Cokroaminoto Kecamatan Karang Tengah di Kampung Negla Desa Caringin Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Garut, Sabtu (20/10/2012).

"Garut dengan status daerah tertinggal merupakan tantangan bagi kita semua. Di tengah anggaran yang masih sangat terbatas, terlebih yang terkumpul dalam PAD (Pendapatan Asli Daerah)," kata Sujana.

Menurut Sujana, APBD Kabupaten Garut 2012 setelah mengalami perubahan hanya sebesar Rp2,2 triliun. Dari anggaran sebesar itu, yang terkumpul di PAD baru sebesar Rp145 miliar.

"Jadi APBD Garut yang terkonsentrasi di PAD itu hanya sebesar 6,7%," tambahnya.

Salah satu bukti Garut daerah tertinggal ditunjukkan dengan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Garut yang masih di bawah rata-rata IPM Jawa Barat, terutama indeks kesehatan. "Angka kematian ibu melahirkan dan angka bayi baru lahir masih cukup tinggi. Kemiskinan masih menjadi isu sentral," katanya.

Sujana pun mengajak para pemuda muslimin peserta Konfercab PMI Kabupaten Garut merekonstruksi penegakkan nilai-nilai ajaran Islam diselaraskan dengan kondisi kekinian masyarakat Garut. Bukan hanya merekonstruksi penegakan nilai-nilai Islami dalam arti ubudiyah (peribadatan), melainkan luas lagi dengan menyentuh aspek kemanusiaan. Hal itu guna mendorong dan menciptakan derajat kehidupan lebih baik.

Ketua Panitia Konfercab PMI Kabupaten Garut, Angga Kusumah Wijaya, mengatakan, kegiatan mengusung tema "Revitalisasi Peran Pemuda Muslimin dalam Menegakkan Islam Menuju Kemerdekaan Sejati" itu direncanakan berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (10-11/10).

Kegiatan diikuti unsur pengurus dari 32 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Muslimin Indonesia se-Kabupaten Garut. "Yang hadir baru 32 orang dari 19 PAC, dan 15 orang dari 19 PAC. Yang lainnya menyusul. Sebab tadi dari Cibalong ada yang ngontak, mengira tempat Konfercab di Caringin Garut Selatan, padahal di Desa Caringin Kecamatan Karang Tengah," ujarnya.

Tujuan Konfercab sendiri antara lain sebagai arena konsolidasi organisasi, sekaligus memilih kepengurusan baru Pimpinan Cabang PMI Kabupaten Garut.[ang]


11.02 | 0 komentar | Read More

Menunggu Gebrakan Wali Kota Cimahi yang Baru

INILAH.COM, Bandung - Awal pekan ini, Cimahi mengawali lembaran baru. Senin (22/10/2012) besok, pasangan Atty Suharti-Sudiarto akan dilantik sebagai wali kota-wakil wali kota periode 2012-1017. Kita tunggu apa saja yang bisa dilakukan pasangan pimpinan daerah itu selama lima tahun ke depan.

Umumnya, parameter yang akan digunakan kurang lebih terdapat ada tiga pilihan. Opsi pertama, Atty hanya akan melanjutkan apa yang sudah dilakukan Itoc Tochija yang notabene memimpin Cimahi selama dua periode terakhir. Itoc merupakan suami Wali Kota terpilih, Atty Suharti.

Toh, kalau hal tersebut yang diambil dalam kebijakan Atty, roda Cimahi hanya berjalan tanpa ada perubahan yang berarti. Dia hanya sekadar meneruskan kebijakan pembangunan yang belum dituntaskan suaminya.

Opsi kedua merupakan ukuran terjelek dari yang sudah ada. Kini, relatif kecil jika sebuah kota/kabupaten dikatakan mundur. Namun, roda pemerintahan mandek, jalan di tempat. Situasi dan keadaan seperti ini yang membuat warga tak senang dengan kepemimpinan baru. Terlebih, bagi mereka yang sempat merasakan manisnya kecipratan dari penguasa pada masa sebelumnya.

Tak hanya warga, para pengamat dan peneliti Kota Militer itu pun dipastikan greget melihat tingkah polah tersebut. Apalagi, terhadap perilaku yang dianggap anomali. Belum lagi, berbagai media massa yang berfungsi seperti watchdog yang akan melaporkan reportasenya setiap hari.

Dari paparan di atas, alangkah hebatnya jika pimpinan pemerintahan daerah memiliki cita-cita luhur mengenai Cimahi. Apalagi, bagi mereka yang jenuh atas kondisi Cimahi dan mengharapkan dengan kadar ekspektasi yang berbeda-beda. Ini, bisa jadi merupakan opsi ketiga, yang diharapkan sebagian besar warga.

Memang, tidak sepadan jika kita membandingkannya dengan Provinsi DKI Jakarta yang baru saja dipimpin gubernur-wakil gubernur baru. Dengan slogan membangun "Jakarta Baru", masyarakat ibu kota menaruh harapan besar di pundak Jokowi-Ahok yang baru saja dilantik untuk periode 2012-2017.

Namun, tak ada salahnya jika semangat 'baru' itu ditularkan ke Kota Cimahi. Apalagi, daerah otonom ini masih berusia 11 tahun yang membutuhkan konsep blueprint yang mumpuni untuk memajukan kesejahteraan masyarakat.

Pertanyaan selanjutnya, akankah Atty-Sudiarto bisa menciptakan 'Cimahi Baru'? [ang]

**Tulisan Fokus Inilah Koran, Minggu (21/10/2012)


11.02 | 0 komentar | Read More

Yance Ziarah ke Makam Sesepuh Jabar

Written By Unknown on Sabtu, 20 Oktober 2012 | 11.02

INILAH, Bandung - Ketua DPD Partai Golkar Jabar Irianto MS Syafiuddin didampingi petinggi PG Jabar melakukan ziarah dan tabur bunga ke Taman Makam Pahlawan Jalan Cikutra Kota Bandung, Sabtu (20/10/2012).

Acara itu sempat diawali upacara yang dihadiri kader dan simpatisan Partai Beringin.

Yance melakukan tabur bunga diantaranya kepada Mashudi, Moh Yogie SM, dan Aang Kunaefi. Menurut Yance, acara tersebut tidak ada alasan politis, tetapi dalam rangka memperingati ulang tahun ke-48 Partai Golkar.

"Upacara ini untuk memperingati Hari Jadi ke-48 Partai Golkar. Upacara ini adalah sebuah bentuk penghormatan kepada para pahlawan," jelasnya.

Yance berharap memasuki usia 48 Partai Golkar semakin solid. Terlebih DPP telah mengintruksikan bahwa tahun 2012 merupakan tahun berkarya.

"Harapannya Partai Golkar bisa lebih solid dan paling penting bisa memenangkan Pilgub Jabar 2013 dan Pilpres 2014 mendatang. Jadi seluruh kader, khususnya yang berada di Jawa Barat, bisa peka terhadap masyarakat kecil. Partai politik ada untuk kepentingan rakyat kecil," tandasnya. [ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

Antara Pilgub Jabar dan Partai Politik Galau

INILAH.COM, Bandung - Masa pendaftaran calon Gubernur Jawa Barat tinggal dua pekan lagi. Sudah banyak nama beken beredar. Ada yang definitif, ada yang sekadar meramaikan bursa pencalonan. Satu hal yang pasti, Jawa Barat punya cukup stok pemimpin, tanpa harus mendatangkan dari luar.

Sisa waktu dua minggu masih membuka peluang bagi munculnya nama-nama baru untuk masuk ke dalam daftar calon di KPU Jabar. Pendaftaran dibuka hingga 4 November 2012.

Partai Keadilan Sejahtera sudah memastikan sang incumbent Gubernur Ahmad Heryawan untuk maju lagi ke periode 2013-2018. Yang masih digarap PKS hanyalah mencari pasangan yang pas posisi wagub. PKS harus mencari cawagub yang disokong partai lain karena jumlah kursinya di DPRD tidak memungkinkan untuk maju sendirian.

Wakil Kang Aher periode 2008-2013, Dede Macan Yusuf, sudah memastikan diri menjadi calon gubernur dari partai terbesar di Jawa Barat, Demokrat. Yang belum pasti hanyalah soal calon wakil. Partai Demokrat rupanya masih mencari-cari mitra koalisi yang bersedia menyuplai calon wagub karena agak galau di tengah melorotnya popularitas partai akibat terjangan gelombang skandal korupsi.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, pemegang kursi terbanyak kedua di DPRD, masih akan menunggu hingga detik-detik terakhir sebelum pendaftaran ditutup. Namun, dari sederet nama yang sedang dielus-elus, sosok terkuat yang bisa diajukan ke KPU adalah anggota Komisi IX DPR Rieke Diah Pitaloka atau aktivis cadu basilat (antikorupsi) Teten Masduki. Atau gabungan keduanya sebagai cagub dan cawagub.
Namun, Teten juga dipinang Partai Gerindra. Masalahnya, Gerindra, yang hanya punya delapan kursi DPRD, membutuhkan dukungan partai lain untuk bisa mengajukan calon.

Sebelumnya, nama Wakapolri Komjen Nanan Sukarna cukup santer disebut-sebut bakal dipinang PDIP. Tapi, sudahlah. Di tengah terpuruknya citra Polri dalam perseteruannya dengan KPK, Megawati Soekarnoputri mestinya sudah menghitung-hitung dengan seksama untung-rugi menyodorkan nama Nanan ke PKU. Insiden di Universitas Pamulang, Tangerang, pada 18 Oktober 2012, yang segera dikutuk Forum Mahasiswa Jawa Barat, memperlihatkan kuatnya penolakan terhadap sosok seorang polisi.

Partai Golkar telah memastikan nama mantan Bupati Indramayu Irianto 'Yance' MS Syafiuddin untuk calon Jabar I. Namun, meski bisa jalan sendiri, Golkar masih mencari calon wagub dari partai lain.

Untuk sebuah provinsi dengan 38 juta pemegang hak memilih dan dipilih, pasti gampang mencari figur pemimpin. Toh, kriteria kepemimpinan dalam budaya Sunda sudah jelas: nyantri, nyakola, nyunda, caguer, bageur, bener, pinter, ngumawula ka wayahna, teu ningkah, teu adigung kamagungan, sagolek pangkek, sacangreud pageuh, ngadek sacekna nilas saplasna, cadu basilat, dan teu dengdek topi.

Kalau yang dipilih sesuai dengan kriteria tersebut, Tuhan pasti tersenyum.[ang]

*Tulisan Fokus Inilah Koran, Sabtu (20/10/2012)


11.02 | 0 komentar | Read More

Golkar Yakin akan Menang Jika Rieke Wakil Yance

INILAH.COM, Bandung- Partai Golongan Karya Jawa Barat tidak menampik politisi dari PDI Perjuangan Rieke Dyah Pitaloka menempati urutan pertama sebagai sosok yang paling tepat untuk mendampingi Irianto MS Syafiuddin atau Yance sebagai calon gubernur.

"Rieke Dyah menempati ranking satu di Partai Golkar untuk jadi pendamping Pak Yance," kata Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat Pulihono di Kota Bandung, Jumat.

Pihaknya optimis bahwa Partai Golkar bisa merebut posisi Jabar 1 dan 2 pada Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jabar 2013 apabila Yance dipasangkan dengan Rieke.

"Sejauh ini, komunikasi intensif dengan PDI Perjuangan terus dilakukan," kata Pulihono.

Akan tetapi, kata dia, kalau pada akhirnya Partai Golkar tidak jadi menyandingkan Yance dan Rieke Dyah, maka pihaknya akan tetap percaya diri dan optimis untuk melangkah dan berlaga di Pilgub Jabar.

Ia juga keberatan jika Yance disebut kesulitan untuk mencari pendampingnya di Pilgub Jabar 2013 walaupun sampai saat ini belum ada kepastian siapa yang akan menjadi mendampingnya.

"Kami tidak memungkiri bahwa ada selentingan yang menyebut bahwa Pak Yance kesulitan mencari pendamping. Itu tidak benar, Pak Yance tidak kesulitan mencari pendampingnya di Pilgub Jabar," katanya.

Dikatakannya, sampai saat ini banyak pihak-pihak seperti dari kalangan birokrat yang berminat dan mendekati Yance untuk menjadi calon wakil gubernur.

"Mereka yang berminat mendampingi Yance jumlahnya lebih dari 10 orang. Latar belakangnya macam-macam ada yang birokrat termasuk dari parpol lain," katanya.

DPD Partai Golkar Jawa Barat sendiri, menurut Pulihono, telah mengantongi tiga nama yang diusulkan untuk menjadi calon pendamping Yance dan ketiga nama itu berasal dari internal dan eksternal partai berlambang pohon beringin.

"Nama itu sudah disampaikan secara lisan, namun belum disampaikan secara tertulis ke DPP untuk dipertimbangkan," ujarnya.

Sementara itu, Rieke Dyah Pitaloka sendiri masuk ke dalam bursa calon gubernur Jabar dari internal PDI Perjuangan Jabar.[ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

PPK se-Jawa Barat Dapat Pelatihan

INILAH, Bandung - Sebanyak 626 orang yang tercatat sebagai Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Jawa Barat secara bergiliran mendapatkan pembekalan "Pelatihan Aplikasi Penyusunan Daftar Pemilih Operator Data Pemilih (ODP) tingkat PPK".

Kegiatan pelatihan digelar di Laboratorium Komputer (Comlabs) Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Ganeca Kota Bandung, mulai Kamis (18/10/2012) hingga Kamis (25/10/2012).

Pada hari pertama, kegiatan diikuti sekitar 70 orang PPK dari Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, dan Kota Cirebon, dengan instruktur para personal struktural Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat (KPU Jabar), serta didampingi pihak ITB Jose Carosta.

Komisioner merangkap Ketua Pokja Sosialisasi dan Pemutakhiran Data Pemilih KPU Jabar Aang Ferdiman mengatakan, kegiatan ini merupakan tindaklanjut KPU Jabar setelah memberikan pelatihan bagi petugas pendataan pemilih dari 26 kabupaten/kota di Jawa |Barat.

Sebelum melatih petugas KPU kabupaten/kota, KPU Jabar terlebih dulu menyertakan beberapa personelnya untuk dilatih di Comlabs ITB demi memperlancar mekanisme kerja pendataan dan pencatatan selama proses Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2013.

"Sekalipun seluruh komponen penyelenggara Pilgub dari KPU Jabar hingga PPK telah mendapatkan pelatihan ODP, di lapangan nanti pasti banyak menemukan kendala dan ketidaksempurnaan dalam menjalankan tugasnya," kata Ferdiman saat ditemui di Sekretariat KPU Jabar Jalan Diponegoro Kota Bandung, Sabtu (20/10/2012).

Kendati begitu, kata Ferdiman, disarankannya agar segenap perangkat KPU tidak merasa putus asa, tetap bisa menjalankan tugas sebagaimana mestinya dengan prinsip kerja efisien, efektif dan akurat dalam merekap data.

Tujuannya agar sesuai yang telah diterima dari Paniti Pemungutan Suara (PPS) dan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) untuk nanti disusun bersama dengan KPU Jabar. [ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

DPKP Kota Sukabumi Jamin Kesehatan Hewan Kurban

Written By Unknown on Jumat, 19 Oktober 2012 | 11.02

INILAH.COM, Sukabumi - Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Sukabumi menjamin kesehatan hewan kurban yang dijual di lapak-lapak resmi. Pasalnya, hewan-hewan kurban yang akan dijual itu harus melalui pemeriksaan pihaknya.

"Setiap hewan kurban yang dijual harus diperiksa dan harus memiliki surat keterangan kesehatan hewan (SKKH)," kata Sekretaris DPKP Kota Sukabumi, Ate Rahmat kepada para wartawan, Kamis (18/10/2012).

Menurut Ate, setiap hewan kurban yang datang dari berbagai daerah harus melalui pemeriksaan kesehatan pihaknya. Selain itu, setiap hewan kurban yang tiba di Kota Sukabumi harus dilampiri SKKH dari daerah asalnya.

"Kami akan melakukan pemeriksaan setiap hewan yang datang, baik kondisi kesehatannya juga termasuk SKKH dari daerah asalnya," ujarnya.

Lebih lanjut Ate menuturkan, menjelang Idul Adha ini terdapat 11 hingga 33 lokasi penjual hewan kurban jenis sapi dan 33 hingga 35 lokasi penjual hewan kurban jenis kambing. Untuk itu, pihaknya terus melakukan pemeriksaan secara intensif hingga proses pemotongan.

Ate menambahkan untuk Idul Adha tahun 2012 ini, diprediksi kebutuhan hewan meningkat hingga 8% dibanding tahun sebelumnya. "Kebutuhannya mencapai 800 hingga 900 ekor sapi dan 1.900 hingga sampai 2.100 ekor kambing," pungkasnya.[ang]


11.02 | 0 komentar | Read More

PKB Tawarkan Eks Wakil Yance di Pilgub Jabar

INILAH, Bandung - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ingin mengusung Ketua DPW PKB Jabar Dedi Wahidi menjadi Calon Gubernur (Cagub) Jabar 2013-2018.

Nama Dedi disodorkan kalau ada pihak yang ingin meminang PKB pada hajatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013.

"Kami punya basis massa kuat. Nahdiyin dan PKB itu tidak bisa dipisahkan. Kami akan mengusung ketua kami di Pilgub Jabar ini," kata Sekretaris DPW PKB Jabar Syaiful Huda Syafii saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (19/10/2012).

Nama Dedi, kata Syaiful, sarat pengalaman dalam bidang pemerintahan dan politik. Selain Ketua DPW PKB Jabar, ia juga Mantan Ketua PWNU Jabar.

Sekarang, selain sebagai Ketua DPW PKB Jabar,Dedi Wahidi tercatat masih aktif sebagai anggota Komisi X DPR RI dan salah satu Ketua PBNU.

"Kalau soal pemerintahan, beliau pernah menjadi Wakil Bupati Indramayu mendampingi Pak Yance (Cagub Jabar dari Partai Golkar Irianto MS Syafiuddin)," jelasnya. [ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

PKB Jabar Yakin Punya 20% Suara di Pilgub

INILAH, Bandung - Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa Syaiful Huda Syafii menyambut baik dinamika politik yang terjadi menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013.

"Tidak seperti Pilgub 2018, sekarang muncul figur dari latar belakang beragam. Bahkan nyaris lengkap. Misalnya ada dari politisi, partai, birokrat, ormas, artis, aktivis, sampai akademisi," kata Syaiful saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (19/10/2012).

Menurut Syaiful Huda, keragaman tersebut memberikan keuntungan kepada masyarakat karena diberi banyak pilihan menentukan calon pemimpin.

"Mudah-mudahan kondisi ini terjaga sampai pendaftaran dan pelaksanaan Pilgub Jabar nanti. Saya berharap muncul tokoh intelektual kampus," tandasnya.

Ia menegaskan, pada Pilgub Jabar 2013 ini, suara Nahdhatul Ulama dan PKB akan kompak mendukung pasangan calon yang didukung pusat.

Selain itu juga tidak akan terjadi lagi dualisme dukungan seperti pada Pilgub Jabar 2008. Dipastikan, soliditas NU dan PKB akan menyumbang 18-20 persen kemenangan. [ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

H-7 Pemeriksaan Hewan Kurban Diintensifkan

INILAH.COM, Cianjur - Dinas Perikanan Peternakan dan Kelautan (DPPK) Kabupaten Cianjur mulai mengintensifkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban pada H-7 Hari Raya Idul Adha 1433 Hijriah.

Pemeriksaan difokuskan pada tempat-tempat penjualan hewan kurban dadakan dan rumah potong hewan (RPH).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DPPK Kabupaten Cianjur Adianto Wahidin mengatakan, pemeriksaan kesehatan lebih difokuskan pada hewan-hewan kurban yang berasal dari luar wilayah Kabupaten Cianjur. Biasanya, hewan kurban ini dijual para pedagang musiman di ruas-ruas jalan.

"Setiap hewan kurban yang akan dijual, baik itu sapi, domba, atau kambing, harus menyertakan SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan). Kami mengecek lagi kondisinya agar hewan kurban layak dikonsumsi masyarakat," kata Adianto saat meninjau tempat penjualan hewan kurban di ruas Jalan KH Abdullah bin Nuh, Jumat (19/10/2012).

Dari hasil pemeriksaan sementara, kata Adianto, tidak ditemukan adanya hewan kurban di Cianjur yang terinfeksi wabah antraks. Hanya saja tak sedikit di antaranya terkena penyakit mata lantaran hampir sebagian besar hewan kurban, khususnya sapi, kemungkinan besar terkena angin selama dalam perjalanan dari luar kota.

"Setiap tempat-tempat penjualan yang sudah diperiksa nanti akan dilabelisasi. Tadinya kita akan melabelisasi pada hewan kurbannya, tapi ada permintaan dari konsumen untuk tidak dilabelisasi karena membuat kotor. Kami menjamin hewan kurban di Cianjur layak konsumsi," ujarnya.

Adianto menjelaskan, musim pancaroba memang sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan hewan kurban. Sebab, selain karena kondisi menurun akibat perjalanan, bisa juga ditimbulkan dari rumput sebagai makanan sehari-hari.

"Makanya memang pemeriksaan kesehatan ini perlu dilakukan mengingat saat ini sedang musim pancaroba," tukasnya. [ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

TNI Harus Lepaskan Budaya Kekerasan pada Warga

Written By Unknown on Kamis, 18 Oktober 2012 | 11.02

INILAH.COM, Bandung - Cerita tentang musibah yang dialami sebuah jet TNI Angkatan Udara di Desa Pasir Putih, Pekanbaru, Riau, pada 16 Oktober 2012, bisa diringkas seperti berikut: Sebuah pesawat tempur latih Hawk 200 jatuh, pilotnya selamat, tapi aparat TNI AU kalap dan memukuli serta merampas kamera empat wartawan yang datang untuk meliput.

Jangan tanya mengapa mereka kalap. Tidak mudah menggunakan akal sehat untuk menerawang nalar militer. Jangan pula berharap mereka mengerti bahwa kerja jurnalistik dilindungi undang-undang, yaitu UU Pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Dalam Pasal 18 ayat 1 disebutkan bahwa setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja dan melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan dalam penyiaran dan pemberitaan bisa dikenai pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

Ini bukan kali pertama aparat menganiaya insan pers dalam peristiwa serupa. Pada 21 Juni 2012, ketika sebuah pesawat Fokker 27, jatuh di Perumahan Rajawali, Kompleks Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, aparat keamanan juga merampas kamera milik tiga wartawan yang meliput peristiwa tersebut.

Penjelasan resmi yang sering kita dengar adalah bahwa lokasi kecelakaan pesawat militer dilarang didekati karena bisa mengancam keselamatan publik. Penjelasan seperti itu pasti bisa diterima kalau saja tidak disertai pemukulan dan perampasan kamera. Dalih menjaga kerahasiaan barang milik TNI AU jelas tidak bisa diterima karena sebuah kecelakaan bukan merupakan informasi rahasia. Publik berhak untuk tahu.

Sikap yang dipertontonkan aparat TNI AU tersebut adalah bentuk pengamanan yang kebablasan. Dan ini menjelaskan bahwa upaya reformasi sektor keamanan dalam 14 tahun terakhir baru berjalan di tingkat normatif dan substantif. Doktrin Dwi Fungsi memang telah dibekukan, jabatan sipil dan kursi parlemen sudah steril dari personil militer aktif, netralitas politik-militer sudah dideklarasikan, dan komunitas sipil telah dilibatkan dalam proses pengadaan alutsista.

Namun, reformasi di tataran operasional belum disentuh. Insiden kekerasan oleh aparat militer terhadap warga sipil yang terus berulang memperlihatkan bahwa TNI cenderung mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas-tugas kemiliterannya.

Kecenderungan bahwa budaya kekerasan masih melekat dalam tubuh TNI juga tecermin dalam RUU Keamanan Nasional yang tengah digodok. Ada sejumlah pasal multitafsir yang membuka ruang kepada militer untuk langsung masuk ke ranah tertib sipil dengan mengatasnamakan ancaman terhadap negara.

Dalam kasus-kasus seperti kekerasan terhadap wartawan, sekadar tindakan hukum terhadap aparat yang terlibat pastilah tak cukup. Ini bukan sekadar persoalan oknum. Yang harus segera dilakukan TNI pascareformasi 1998 adalah menghilangkan budaya kekerasan itu sendiri.[ang]

Tulisan Fokus Inilah Koran, Kamis (18/10/2012)


11.02 | 0 komentar | Read More

Nanan: Jabar 2, Silakan Figur Lain Yang Lebih Baik

INILAH.COM, Bandung - Untuk menjadi seorang Gubernur Jawa Barat, Nanan Soekarna mengaku siap melepas jabatannya sebagai seorang Wakapolri beserta pangkatnya Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi atau perwira bintang tiga.

Untuk itu, jika dirinya dicalonkan sebagai seorang wakil gubernur, pria kelahiran Purwakarta ini mempersilakan partai (PDIP) untuk mencari figur lain.

"Kalau untuk nomor 2, diserahkan kepada yang lebih baik saja lah," ujar Nanan saat ditemui wartawan usai acara Wisuda UPI Gelombang II tahun 2012 di Gymnasium UPI, Jalan Setiabudi Kota Bandung, Rabu (17/10/2012).

Nanan pun mengaku siap jika dicalonkan dari partai lain jika PDIP tidak memilihnya untuk maju pada Pilgub Jabar 2013. Meski demikian, Nanan mengajukan syarat khusus bagi partai yang akan meminangnya.

"Siapapun partai yang mendukung saya tapi non-traksaksional, saya siap. Kalau transaksional, saya tidak sanggup. Karena niat saya mengorbankan jabatan dan jiwa raga untuk Jawa Barat, bukan untuk cari jabatan, kekuasaan ataupun materi," tegasnya.[ang]


11.02 | 0 komentar | Read More

Jadi Cagub, Ini Wakil Pilihan Nanan Soekarna

INILAH.COM, Bandung - Jika pada akhirnya diputuskan PDIP untuk maju di Pilgub Jabar 2013 untuk menempati posisi Jabar 1 (Gubernur), Nanan Soekarna mengaku siap dipasangkan dengan siapapun yang dipilih partai.

"Syaratnya satu frekuensi dengan saya. Anti KKN, mau kerja keras, bukan cari kekuasaan dan materi. Intinya itu saja. Mau siapapun saya siap," ujar Nanan saat ditemui wartawan usai acara Wisuda UPI Gelombang II tahun 2012 di Gymnasium UPI, Jalan Setiabudi Kota Bandung, Rabu (17/10/2012).

Terkait kepastian dari PDIP, partai yang dilamarnya, Nanan mengaku tidak mengetahui secara pasti. Bahkan saat didesak terkait kepastian bertemu dengan Ketua DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, Nanan pun enggan memberikan kepastian.

Ia memasrahkan keputusan ditunjuk atau tidaknya kepada Megawati. Nanan yakin, putri Presiden pertama RI tersebut memiliki keputusan yang lebih bijak dan lebih tahu mengenai peta kekuatan politik. Selain itu, dirinya baru pertama kali terjun ke politik sehingga masih bisa dibilang baru.

"Kalau sinyalnya seperti apa, tanya saja ke Ibu (Megawati). Jangan tanya ke saya. Kalau komunikasi saya dengan beliau biasa saja. Cukup baik," tegasnya.[ang]


11.02 | 0 komentar | Read More

Musda Demokrat Jabar Tak Bahas Cawagub

INILAH, Bandung - Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat (PD) Jawa Barat yang akan berlangsung pada Sabtu-Minggu (20-21/10/2012) tidak membahas Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013.

Musda tersebut bahkan tidak bersangku paut dengan Pilgub Jabar, kecuali konsolidasi kader untuk memenangkannya.

"Musda II ini akan dijadikan ajang konsolidasi menjelang Pilgub Jabar 2013 dan agenda kepartaian lainnya. Tetapi tidak akan ada pembahasan soal posisi wakil gubernur pendamping Dede Yusuf," kata Ketua Steering Commitee Musda DPD PD Jabar Didin Supriadin saat ditemui di Kantor DPD PD Jabar Jalan Maskumambang Kota Bandung, Kamis (18/10/2012).

Menurut Didin, posisi cagub dan cawagub merupakan kewenangan penuh dari Majelis Tinggi PD. Musda DPD PD secara normatif hanya berupa proses organisasi dan membahas internal kepartaian.

"Tidak mungkin kita masuk pada ranah milik Majelis Tinggi. Biarlah itu diselesaikan mereka," tandasnya.[ito]


11.02 | 0 komentar | Read More

Deddy Mizwar Janji Dukung Ahmad Heryawan

Written By Unknown on Rabu, 17 Oktober 2012 | 11.02

SMAN 1 Indramayu, Juara I LCC Pilgub Jabar 2013

Deddy Mizwar: Saya Ketuaan Jadi Nggak Cocok

Deddy Mizwar: Aher, Calon Gubernur Terbaik

Didukung Jadi Wagub, Deddy Mizwar: Takut ke Neraka

Deddy Mizwar: Jadi Presiden pun Saya Bisa

Didukung Dampingi Aher, Deddy Mizwar Kaget

Ini Alasan AY Maju Jadi Cabup Bandung Barat

Tak Terpilih di Gerindra, Agus Yasmin Keukeuh Maju

PD Jabar Belum Terima SK DY Sebagai Cagub

'Mimpi Politik Saya Jadi Gubernur, Bukan Wakil'


11.02 | 0 komentar | Read More

Alasan Tak Logis, Perubahan HUT KBB Ditentang

INILAH.COM, Ngamprah - Walau telah ditetapkan DPRD Kabupten Bandung Barat (KBB) dalam dalam rapat paripurna tiga Perda, perubahan hari jadi atau hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari 2 Januari menjadi 19 Juni, ditentang keras tim perumus DPRD KBB periode lalu.

Mereka menilai, anggaran ratusan juta yang sudah dianggarkan pada saat itu menjadi percuma. Begitupun dengan yang dilakukan pada saat merumuskan HUT KBB sebelumnya menjadi sia-sia.

"Kami dengan tegas menentang perubahan hari jadi itu, dan kami jelas bertanya-tanya apa motif dibalik perubahan hari jadi ini," tegas mantan tim perumus HUT KBB, Hero Prihatnawan di Padalarang, Selasa (16/10/2012).

Menurut anggota DPRD KBB yang menjadi wakil ketua pansus hari jadi ini, dirinya menyayangkan adanya perubahan HUT KBB ini. Pasalnya, jawaban atas pertanyaannya kepada pansus perubahan hari jadi DPRD KBB yang sekarang dirasa sangat tidak memuaskan dan tidak tepat.

Diceritakan olehnya, ketika didebat terkait alasan penggantian 2 Januari menjadi 19 Juni pun tidak ada jawaban yang bisa diterima oleh akal sehat. Ia menyebutkan alasan 19 Juni yang merupakan kali pertama ditunjuknya Pejabat Sementara (PJs) Bupati KBB Tjatja Kuswara, sehingga jadi acuan lahirnya KBB tidak tepat.

"Pada saat Soekarno-Hatta membacakan teks proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai hari lahir Republik Indonesia, saat itu keduanya bukan sebagai presiden dan wakil presiden. Akan tetapi mereka baru dikukuhkan sebagai presiden dan wakil presiden pada 18 Agustus 1945. Tapi tidak serta merta peringatan hari lahir Republik Indonesia pada 18 Agustus," tambahnya.[ang]


11.02 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger